
Merah Putih Berkibar Di Festival Mobile Amerika

Joyce Zeriq, pensiunan guru SMA mengatakan sangat menyenangi batik Indonesia.
Jakarta (antarasulteng.com) - Bendera Merah Putih berkibar dan diarak keliling dalam parade pembukaan "Mobile International Festival" yang diselenggarakan di Mobile Civic Centre and Expo Hall di Kota Mobile, negara bagian Alabama, tanggal 15-17 November 2012.
Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Houston dan masyarakat Indonesia di Kota Mobile ambil bagian didalam festival yang diikuti 76 negara di dunia itu, Konsul Jenderal RI di Houston, Al Busyra Basnur mengatakan dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Pada festival tersebut, Indonesia antara lain menyelenggarakan pameran di sebuah ruangan berukuran 6 x 7 meter dengan memamerkan barang-barang kerajinan seni dan budaya, batik dan peralatan pembuatnya, promosi wisata, pertunjukan seni dan tari tradisional Indonesia serta masakan khas Indonesia.
Festival dibuka secara resmi oleh Walikota Mobile, Samuel Jones, yang mengatakan bahwa festival tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan yang luas kepada pelajar, guru, orang tua dan masyarakat umum tentang dunia melalui seni, budaya, bahasa, tarian dan makanan khas negara masing-masing.
KJRI Houston juga memamerkan foto-foto promosi Indonesia dan foto-foto yang menggambarkan persahabatan Indonesia-AS karya masyarakat Indonesia pencinta fotografi di Houston.
Di ruang pameran Indonesia itu, staf KJRI Houston mengajarkan Bahasa Indonesia yang sederhana dan mudah diingat kepada para pelajar sekolah dan masyarakat umum. Mereka tidak saja berasal dari negara bagian Alabama, juga dari negara bagian Florida dan Mississippi.
Selama pameran, ruang pamer Indonesia itu dikunjungi sekitar 2.500 orang.
Salah seorang pengunjung paviliun Indonesia, Marri Sasso, pelajar kelas 10, mengatakan dirinya senang sekali dengan lumpia dan nasi goreng Indonesia.
Sementara Joyce Zeriq, pensiunan guru SMA mengatakan sangat menyenangi batik Indonesia.
"Membuat batik itu sangat sulit, saya khawatir apakah pembuatan batik ini bisa dilestarikan", katanya bertanya dan berharap. (Ant)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
