Logo Header Antaranews Sulteng

Stop Pengiriman PRT ke Luar Negeri !

Selasa, 18 Desember 2012 08:39 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)
"Pemerintah jangan takut berkurangnya remiten atau devisa yang disumbangkan oleh TKI. Kita punya peluang besar untuk mengirim tenaga profesional ke luar negri,"

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Muhamad Najib kembali mengingatkan agar pengiriman pembantu rumah tangga ke luar negeri secepatnya dihentikan, menyusul dengan kondisi Satinah di Arab Saudi yang menunggu hari apakah nyawanya bisa terselamatkan atau tidak.

"Ratusan Satinah hanya menunggu giliran. Penyelesaian dengan membayar diat (denda) bukanlah jalan keluar karena hanya akan mengundang lebih besar harga diat dan lebih banyak lagi kasus yang muncul," katanya di Jakarta, Selasa.

Dikatakan, sejak lama Komisi I DPR telah berkesimpulan dan merekomendasikan agar pengiriman pembantu rumah tangga (PRT) atau TKI sektor nonformal segera dihentikan.

"Pemerintah jangan takut berkurangnya remiten atau devisa yang disumbangkan oleh TKI. Kita punya peluang besar untuk mengirim tenaga profesional ke luar negri," katanya.

Selain Indonesia hanya beberapa negara miskin dan terkebelakang yang masih mengirim anak-anak perempuannya ke luar negri sebagai PRT.

"Melihat penderitaan mereka di negeri orang sungguh menyayat hati, memilukan sekaligus memalukan," katanya.(A025)



Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026