Logo Header Antaranews Sulteng

REI optimistis bangun 2.800 rumah

Selasa, 3 April 2012 20:24 WIB
Image Print
Ilustrasi Rumah. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)

Palu (ANTARA News) - DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tengah optimistis mampu membangun dan menjual 2.800 rumah pada 2012 meski ada aturan Bank Indonesia tentang pembelian rumah harus 30 persen dari harga keseluruhan.

Ketua DPD REI Sulawesi Tengah Rudi Satrio di Palu, Selasa, mengatakan kebutuhan perumahan di Sulawesi Tengah saat ini masih tinggi, yakni sekitar 4.000 rumah.

"Jadi, kalau pengembang membangun 2.800 rumah maka itu akan bisa dibeli oleh masyarakat meski harus membayar uang muka sebesar 30 persen," katanya.

Dia mengatakan ribuan rumah itu akan dibangun sejumlah kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

Rudi mengaku mendukung kebijakan Bank Indonesia karena membuat persaingan sehat antarpengembang.

Sementara itu Pemimpin BNI Cabang Palu Ariyanto Soewondo Geni memperkirakan animo masyarakat untuk memiliki rumah melalui fasilitas kredit perumahan rakyat dipastikan menurun seiring kebijakan Bank Indonesia menetapkan uang muka hingga 30 persen untuk rumah tipe 70.

"Namun sifatnya hanya sementara, lambat laun akan meningkat lagi. Masyarakat akan menabung untuk uang muka mendapatkan rumah," katanya.

Pemimpin Bank Indonesia Palu Rahmat Hernowo mengatakan kebijakan pembelian rumah dengan uang muka sebesar 30 persen itu sebenarnya bukan hal yang baru dan sudah banyak diterapkan negara-negara maju seperti Amerika dan China.

"Ini semata-mata untuk mencegah terjadinya kredit macet. Jadi dengan uang muka sebesar 30 persen bank akan merasa aman," kata Rahmat.

Dia mengatakan pertumbuhan kredit perumahan rakyat (KPR) terlalu tinggi dapat mendorong peningkatan harga aset perumahan yang tidak mencerminkan harga sebenarnya, sehingga dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah bagi bank.

Itu disebabkan pembelian properti dengan uang muka rendah yag disukai masyarakat namun sebenarnya justru mencekik di kemudian hari, kata Rahmat.

Pertumbuhan KPR tipe di atas 70 pada Februari 2012 sebesar Rp94,6 miliar atau meningkat 60 persen dibandingkan dengan Februari 2011.
(R026)



Pewarta :
Editor: Handry Musa
COPYRIGHT © ANTARA 2026