
Sulteng Rawan Rabies

Palu (antarasulteng.com) - Warga di Sulawesi Tengah diminta untuk lebih waspada terhadap penyakit menular akibat gigitan anjing gila, sebab daerah ini termasuk rawan rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sulteng Greestje Kuhu di Palu, Kamis, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit itu karena bisa mematikan jika terlambat mendapat pengobatan.
Ia mengatakan jika seseorang digigit anjing sebaiknya langsung ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pengobatan.
Sebab, kita tidak mengetahui apakah anjing yang menggigit itu rabies atau tidak.
Tetapi jika anjing yang menggigit tersebut sudah divaksin rabies, maka tidak perlu dikhawatirkan.
Beberapa kasus yang terjadi di Sulteng, korban meninggal dunia akibat rabies, karena terlambat mendapatkan pengobatan. Memang orang yang digigit anjing rabies tidak langsung meninggal.
Tapi jika terlambat berobat, bisa berakibat sangat fatal bagi keselamatan jiwa manusia.
Greestje juga mengimbau kepada masyarakat yang memelihara ternak anjing, kucing dan kera untuk melakukan vaksinasi agar ternak terbebas dari arbies.
Sulteng merupakan salah satu dari sejumlah daerah di Tanah Air yang termasuk kategori rawan penyakit rabies, karena semua kabupaten dan kota di daerah ini ditemukan kasus tersebut.
Namun dari 10 kabupaten dan kota Palu, Kabupaten Poso paling tinggi kasus rabies. Misalkan pada 2010 tercatat 38 kasus rabies di daerah itu.
Menyusul Kabupaten Tolitoli dan Buol masing-masing 12 kasus dan Kabupaten Sigi 10 kasus rabies,Kabupaten Morowali, dan Parigi Moutong masing-masing delapan kasus, Kota Palu tujuh kasus, Tojo Una-Una empat kasus, Banggai dan Donggala masing-masing tiga kasus, serta Banggai Kepulauan dua kasus.
Jumlah populasi ternak anjing di Sulteng saat ini mencapai 200 ribu ekor terdiri atas 150 ribu merupakan anjing peliharaan, dan 50.000 ekor lainnya anjing liar. (BK03)
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
