
Daming Sulit Terpilih Jadi Hakim Agung

Saya kira, Daming akan sulit untuk terpilih menjadi hakim agung," katanya.
Jakarta (antarasulteng.com) - Wakil Ketua Priyo Budi Santoso menilai calon hakim agung Daming Sanusi sulit untuk terpilih sebagai hakim agung karena melontarkan pernyataan yang menyinggung kaum perempuan.
"Pernyataan Daming Sanusi bahwa pemerkosa dan korban perkosaan sama-sama menikmati adalah pernyataan yang blunder dan menyinggung kaum perempuan," kata Priyo Budi Santoso di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa.
Priyo mengatakan hal itu menggapi pernyataan Daming Sanusi yang menyatakan, bahwa pemerkosa dan korban perkosaan sama-sama menikmati pada uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung di Komisi III DPR RI, Senin.
Menurut Priyo meskipun Daming menilai pernyataannya hanya bercanda tapi hal itu tidak tepat, karena ia melontarkannya pada forum uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung, dimana dirinya sedang diuji untuk menjadi hakim agung.
Apalagi, menurut dia, saat ini persoalan perkosaan sedang sensitif baik di Indonesia maupun di dunia internasional, menyusul kasus perkosaan terhadap muid sekolah dasar di Jakarta, berinisial RI.
"Aktivis perempuan di Indonesia baru saja melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar pelaku pemerkosaan dihukum berat, tiba-tiba Daming melontarkan pernyataan seperti ini," katanya.
Politisi Partai Golkar ini meyakini, Komisi III DPR RI akan mempertimbangkan lagi untuk meloloskan Daming Sanusia.
Menurut dia, meskipun Daming Sanusi mungkin sebelumnya memiliki reputasi tapi hal itu menjadi terhapus dengan pernyataannya yang blunder.
"Saya kira, Daming akan sulit untuk terpilih menjadi hakim agung," katanya.
Tidak bisa tidur
Muhammad Daming Sanusi saat menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya itu, Selasa mengaku bahwa semalaman ia tidak bisa tidur karena mendapat protes dari keluarganya sendiri.
Daming mengungkapkan bahwa pihak keluarganya sangat menyesalkan pernyataan yang muncul tersebut dan bahkan sang putri langsung protes.
"Jadi saya sangat terpukul terutama kepada keluarga saya sendiri. Mereka protes. Anak saya dari Makasar mengatakan 'setelah saya membaca berita kok seperti bukan bapak saya'," ujar Daming yang menitikan air mata.
Karena itu, "dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, media massa, KPAI, YLBHI, dan kepada pemerhati hukum atas ucapan-ucapan saya yang 'out off control', dan tanpa disadari. Saya mohon maaf terutama kepada Yang Maha Kuasa," kata Daming dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pernyataan tersebut muncul tanpa dia sadari karena tegang menjawab pertanyaan anggota DPR saat uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung di gedung DPR, Senin (14/1).
"Kata-kata itu muncul tanpa saya sadari bahwa pemerkosaan itu kan sama-sama menikmati. Jadi kata-kata seperti ini keluar dari mulut saya di bawah kontrol saya dalam keadaan yang begitu tegang menjawab beberapa pertanyaan," katanya.
"Saya menyadari betul karena kita ini berasal dari ibu, punya anak keturunan perempuan. Perkataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh siapapun, termasuk seorang calon hakim," katanya. (R024)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
