
Sebentar Lagi Ada Institut Seni Budaya di Palu

Hapri : "ISBI ini juga akan menjadi identitas dan pembentukan karakter masyarakat Sulawesi Tengah melalui bidang seni dan budaya,"
Palu (antarasulteng.com) - Pegiat seni dan budaya di Sulawesi Tengah Hapri Ika Poigi mengatakan para pegiat seni dan budaya menyambut baik rencana pembangunan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Palu.
"Ini cita-cita yang tertunda sejak sepuluh tahun lalu. Kita berharap ISBI ini segera terealisasi," kata Hapri di Palu, Jumat.
Pengajar sosilogi antropologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako Palu itu mengatakan rencana pembangunan institut seni tersebut sudah digelindingkan olah seniman dan budayawan di daerah ini sejak tahun 1999.
Tahun 2007/2008 kembali lagi digelindingkan namun lagi-lagi belum bisa terealisasi.
Tahun 2011 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menandatangai nota kesepahaman dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Rencana itu juga hanya sampai pada nota kesepahaman dan hingga kini belum ada realisasinya karena dalam sistem pendidikan nasional tidak diperkenankan membuka kelas jauh.
Tanggal 13 Januari 2013, Gubernur Sulawesi Tengah menerbitkan surat keputusan pembentukan tim percepatan pembangunan ISBI Palu dengan mengangkat beberapa pejabat diantaranya Wakil Gubernur Sudarto dan Wali Kota Palu Rusdy Mastura sebagai pengarah.
Dalam tim tersebut juga ada tim dari ISI Yogyakarta, perwakilan Universitas Tadulako dan Dinas Pariwisata provinsi.
Rektor Universitas Tadulako Basir Ciyo dan Rektor ISI Yogyakarta ditunjuk sebagai penanggungjawab dan Sekretaris Provinsi Amdjad Lawasa sebagai ketua tim. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi Siti Norma dipercayakan sebagai sekretaris tim.
Tim tersebut dibentuk untuk mendesain rencana kesiapan pendirian ISBI.
Hapri mengatakan tim tersebut juga akan melakukan persiapan studi kelayakan berkenaan dengan pembangunan ISBI tersebut.
"Soal lokasi itu nanti kewenangan Pemerintah Kota Palu, tetapi kita berharap tidak jauh dari dalam kota," katanya.
Hapri mengatakan dengan melihat keanekaragaman suku bangsa di Sulawesi Tengah dibutuhkan sebuah institusi seni dan budaya. Itulah kata Hapri, ISBI dibentuk.
"ISBI ini juga akan menjadi identitas dan pembentukan karakter masyarakat Sulawesi Tengah melalui bidang seni dan budaya," katanya.
Hapri mengatakan dengan masuknya seni dan budaya dalam kurikulum pendidikan SMP dan SMA diharapkan lulusan sekolah itu nanti bisa masuk ke ISBI.
Hapri mengatakan stok tenaga pengajar khususnya seni dan budaya di sekolah juga kurang sehingga ISBI diharapkan bisa melahirkan guru seni dan budaya serta seniman yang kreatif dengan karya-karya yang baik.
"Menjadi seniman dan budayawan tidak cukup dengan otodidak, tapi perlu lembaga sehingga merangsang intuitif dan kognitif untuk berinovasi dalam karya. Dengan sendirinya akan tercipta sumber daya manusia di bidang seni budaya yang handal," katanya.
Hapri mengatakan kekayaan sumber daya kultural maupun sumber daya alam tidak bisa dikembangkan secara maksimal kalau sumber daya manusianya tidak dipacu.
Apalagi secara geokultural Sulawesi Tengah berada di tengah antar timur Indonesia dan barat, utara dan selatan.
"Kita berada di tengah dan menjadi sentral pertemuan kebudayaan," katanya.
Menurut rencana tim percepatan pembangunan ISBI Palu akan melakukan pertemuan dengan rektor ISI Yogyakarta di Palu akhir Januari nanti.(A055)
Pewarta :
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
