Warga Palu deklarasikan pemilu damai

id Palu,Deklarasi pemilu damai,Kota Palu,Pemilu

Peserta didik dari salah satu sekolah berdoa untuk pemiku damai di Kota Palu dalam agama Kriatiani dalam deklarasi pemlu damai di Lapangan Vatulemo Kota Palu , Selasa (9/4). (Antaranews Sulteng/Muh. Arsyandi)

Ini merupakan wujud komitmen warga Palu untuk menciptakan pemilu yang damai, berjalan lancar dan aman karena ini merupakan pesta demokrasi kita semua
Palu (ANTARA) - Tidak kurang dari seribu warga Kota Palu dari berbagai organisasi etnis, suku dan agama mendeklarasikan pemilu damai di Lapangan Vatulemo Kota Palu, Selasa siang (9/4).

Deklarasi yang dinamai "Kaili Damai Menuju Pemilu Bermartabat 2019" itu digagas Pemerintah Kota Palu dengan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kepolisian Resor (Polres) Palu dan Komando Daerah Militer (Kodim) 1306 Donggala.

"Dalam agama Islam, ada salah satu ayat di dalam kitab suci Al Quran yang mana artinya 'hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu," kata Ketua FKUB Kota Palu Ismail Pangeran saat menyampaikan orasinya.

Kutipan salah satu ayat di dalam Al Quran itu dia sampaikan di depan peserta deklarasi yang hadir mengingat maraknya penyebaran informasi-informasi dan berita-berita bohong atau hoax yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin memecah belah kerukunan antar warga, kelompok masyarakat dan umat beragama di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Menurutnya maraknya penyebaran berita dan informasi hoax kepada masyarakat sangat rawan menimbulkan gesekan bahkan hingga kerusuhan, baik antar warga, kelompok maupun organisasi masyarakat dan agama sehingga upaya untuk menangkalnya sangat dibutuhkan salah satunya lewat deklarasi tersebut.

"Kita ingin Indonesia tetap ada sampai hari kiamat. Mari kita semua komponen umat beragama di Kota Palu menjaga kebersamaan dan keharmonisan ini. Berbeda pilihan itu tidak masalah,"jelasnya. 

Sementara itu Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said yang hadir dalam kesempatan itu berharap pesta demokrasi 17 April di Palu nanti dapat berjalan lancar, tertib, aman dan jauh dari tindakan-tindakan anarkis.

"Ini merupakan wujud komitmen warga Palu untuk menciptakan pemilu yang damai, berjalan lancar dan aman karena ini merupakan pesta demokrasi kita semua," ucapnya.

Dia berharap seluruh komponen masyarakat dapat berperan aktif dalam menyukseskan dan mengamankan jalannya pemilu 17 April nanti di 1.075 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada.

Deklarasi tersebut juga dirangkaikan dengan pembentangan bendera merah putih sepanjang 500 meter oleh peserta didik di sejunlah sekolah di Kota Palu yang tergabung dalam pramuka. 

Selain itu pembacaan doa dari lima agama oleh peserta didik dari sejumlah sekoleh menambah khusyuk jalannya deklarasi tersebut.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar