
35 tim ikut cross country Pasigala

Sigi (ANTARA) - Sebanyak 35 tim pecinta alam dari Provinsi Sulawesi Tengah bersaing di ajang Croos Country Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) yang dilepas oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman, Sabtu.
Para peserta yang terdiri tiga orang dalam satu tim tersebut mulai start dari Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava menyusuri hutan dan alam kawasan konservasi TNLL yang akan finis di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini, kata Jusman mendapat dukungan penuh dari Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapata. "Saat dialog dengan Bupati Sigi Irwan Lapata, ia menyambut dan berharap keberadaan kawasan konservasi TNLL semakin dikenal," katanya.
TNLL berada di dua wilayah administrasi, yakni wilayah Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi. Masyarakat luas, khususnya Sigi bisa menjaga kelestarian hutan, alam dan satwa yang menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke kawasan konservasi tersebut.
Jusman mengatakan kegiatan yang diikuti sebagian besar generasi muda tersebut bertujuan menanamkan rasa cinta mereka akan kekayaan hutan, alam dan satwa yang ada di kawasan konservasi. Apalagi, mereka yang menjadi peserta rata-rata mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam tim pecinta alam di universitas dan pelajar SMP/SMA yang ada di Kota Palu, Donggala dan Kabupaten Sigi.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para peserta bisa lebih mengenal dekat kawasan hutan dan obyek wisata yang ada di TNLL. Mereka juga bisa melihat sejauh mana tingkat kerusakan hutan di sepanjang jalur cross country, sehingga dapat menjadi catatan untuk selanjutnya ditindaklanjuti.
Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Hari Bumi se-Dunia. TNLL ditetapkan UNESCO pada Tahun 1977 sebagai salah satu cagar biosfir dunia dan menjadi paru-paru dunia.
Di dalam kawasan TNLL, lanjut Jusman, banyak hidup dan berkembangbiak ratusan jenis burung, termasuk sekitar 30 persen diantaranya satwa endemik, seperti burung meleo, burung alo, dan burung elang. Selain itu, juga ada berbagai jenis hewan seperti anoa, monyet hitam, ular cobra,tarsius,babi rusa,rusa,kuskus dan tangkasi.
Selanjutnya, juga berbagai pohon endemik, seperti kayu hitam/ebony, kayu leda dan kayu besi, tanaman berbagai jenis obat-obatan dan beberapa jenis anggrek yang selama ini merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Kepala Bidang II, Periskila Sampeliling yang juga ketua pelaksana kegiatan cross country mengatakan minat generasi muda untuk mengikuti lomba tersebut cukup tinggi. Namun, karena berbagai keterbatasan, pihak panitia terpaksa membatasi jumlah peserta.
Dia berharap pada pelaksanaan kegiatan yang sama tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi peserta dan tentu hadiahnya lebih besar.
Dia menambahkan di kawasan TNLL terdapat banyak obyek wisata menarik, seperti penangkaran tarsius di Kecamatan Nokilalaki, penangkaran burung maleo di Kecamatan Gumbasa, Danau Lindu di Kecamatan Lindu dan Danau Tambing di Kecamatan Lore utara.
"Objek-objek wisata tersebut selama ini sudah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Bahkan, Danau Tambing selain sebagai objek wisata alam tempat paling menarik untuk pengamatan burung, juga menjadi pusat pendidikan dan penelitian konservasi.
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
