Logo Header Antaranews Sulteng

Harga Kopra Di Palu Bertahan

Selasa, 12 Februari 2013 08:43 WIB
Image Print
PENGASAPAN KOPRA - Seorang pekerja mengasapi kelapa yang akan dipisahkan dari bungkilnya untuk dijadikan kopra di Desa Toraranga, Kec. Ampibabo, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (27/5). FOTO ANTARASULTENG/Basri Marzuki/12/rm.

Palu, (antarasulteng.com) - Harga kopra di tingkat pengumpul di Palu, Sulawesi Tengah, dalam dua hari terakhir masih bertahan seperti sebelumnya.

Menurut Abraham, pedagang pengumpul di Palu, Selasa, harga kopra tetap Rp3.400 per kilogram.

Menurut dia, harga kopra pernah naik hingga mencapai Rp11 ribu per kilogram pada 2011.

Naik-turunnya harga komoditas itu selalu tergantung perkembangan harga di tingkat pabrik.

Jika harga di tingkat pabrik naik, dipastikan di tingkat pengumpul ikut naik, dan sebaliknya.

Pedagang di Palu dalam menetapkan harga pembelian berdasarkan perkembangan harga pabrik.

Kopra produksi petani Sulteng yang dibeli para pedagang selanjutnya dijual ke Bitung dan Surabaya guna memenuhi kebutuhan pabrik minyak di daerah itu.

Sulteng termasuk daerah penghasil kopra di Pulau Sulawesi.

Sebelum kakao dikembangkan di Sulteng, kebanyakan petani bergantung kepada komoditas kopra.

Namun dalam beberapa tahun terakhir kopra tidak lagi menjadi produk unggulan. Produk unggulan petani Sulteng saat ini adalah komoditi kakao.

Namun demikian, masih banyak petani yang tetap menggantungkan hidup mereka dari hasil perkebunan kelapa.(BK03/skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026