
Wow! Anggrek Seharga Rp100 Juta di Kaltim
Selasa, 12 Maret 2013 19:27 WIB

"Angrek saya dua pohon, masing-masing berusia enam dan 10 tahun dijual Rp100 juta, terawat bagus didalam pot ukuran besar sudah menjadi tontonan warga sekitar maupun ketika saya ikutkan dalam pameran," kata Walji.
Sangatta (antarasulteng.com)- Sepasang bunga anggrek macan berusia 10 tahun milik Walji, warga Desa Tepian Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur berhasil terjual seharga Rp100 Juta, Selasa.
Dengan tinggi sekitar 1 meter memiliki warna kekuning-kuningan, kombinasi bunga kuning bintik-bintik coklat dan ungu, jenis anggrek macan tersebut belakangan tergolong langka selain anggrek hitam.
Menurut Walji, anggrek miliknya sudah memiliki anak atau cabang mencapai puluhan batang yang tumbuh disekitar pohon anggrek dan tingginya rata-rata 1 meter lebih dan sudah berbunga bagus dan indah secara rutin.
"Anggrek saya dua pohon, masing-masing berusia enam dan 10 tahun dijual Rp100 juta, terawat bagus didalam pot ukuran besar sudah menjadi tontonan warga sekitar maupun ketika saya ikutkan dalam pameran," kata Walji.
Harganya memang mahal, karena mendapatkannnya juga tidak muda, perawatan cukup lama dengan biaya yang tidak sedikit pula. Untuk merawat agar menjadi angrek menarik itu butuh biaya dan penuh kesabaran.
"Anggrek tersebut saya dapatkan dalam hutan sepuluh tahun lalu, saat memancing ikan di danau, dan hingga tumbuh besar dan berbunga, makanya harganyapun tidak murah," katanya.
"Awalnya angrek saya tidak besar, namun karena saya rawat secara rutin dan menggunakan pupuk dan obat-obatan, kemudian terus tumbuh hingga menjadi besar dan tinggi dan berbuah yang sangat bagus, kadang kuning dan bercampur warna ungu," tambahnya.
Karena ukuran anggrek yang besar, sehingga untuk memindahkannya atau saat akan mengikuti pameran butuh beberapa orang dan diangkut khusus menggunakan satu mobil terbuka, agar tidak rusak.
"Anggrek tersebut sudah sering kali saya pamerkan dalam acara-acara pameran ata expo di Sangatta, tetapi memang sebelumnya tidak ada keinginan untuk dijual, namun untuk dipamer sebagai tontonan untuk menghibur dan memang sangat diminati," kata Walji.***
Pewarta : Adi Sagaria
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
