Melanggar kode etik 14 personel Polda Sulteng dipecat

id 14, personel, dipecat

Kabid Propam Polda Sulteng AKBP Dody Iskandar didampingi Kompol Sugeng Lestari dan Kompol Recky Lumintang saat sidang 14 personel yang PTDH di gedung Torabelo Polda Sulteng. (Humas Polda).

Palu (ANTARA) - Diduga melanggar kode etik profesi Polri, sebanyak 14 personel Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Kapolda Sulteng.

“Setelah melalui evaluasi dan penilaian 14 personel yang di PTDH tersebut sudah dianggap tidak layak dan tidak dapat dipertahankan menjadi anggota Polri.  13 personel kasus disersi dan satu personel terlibat penyalahgunaan narkoba,” kata AKBP Didik Supranoto, S.IK, Kabid Humas Polda Sulteng, dalam rilis, di Palu, Rabu.

Didik katakan, tindakan tegas pemecatan yang dilakukan pimpinan Polri setelah melalui mekanisme dan peraturan. 

“Pimpinan menelaah bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota, kemudian berlanjut dalam proses menyidangkan perkara. Tindakan tegas pimpinan ini merupakan peringatan supaya menjalankan tugas dengan baik dan benar,” katanya. 

Juga katanya, komitmen Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.si untuk membersihkan jajaran yang melanggar kode etik Polri dan terlibat penyalahgunaan narkoba.

Pemecatan 14 personel tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolda Sulteng Nomor : KEP/21/VIII/2019/KHIRDIN tanggal 12 Agustus 2019 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat 14 personil Polda Sulteng dan jajaran yang diteruskan kepada Kasatker jajaran dengan Surat Telegram Kapolda Sulteng Nomor : STR/198/KEP/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019.

Personel yang telah mendapatkan PTDH adalah Bripka Ridwan Ifan Tahulendeng, Polres Poso, Bripka Lepeanto Paranda, Polres Poso, Bripka I Putu Dedi Artono, Brigadir Bidkeu Polda Sulteng,.

Bripka Muhammad Rizen Lamakarate, Polres Sigi,  Brigadir Andi Pranata, Polres Sigi, Bripda Rinaldi, Polres Sigi.

Brigadir junior Kristianto, Polres Buol, Brigadir Ayis Tane, Polres Buol, Bripda Moh. Iksan Usman, Polres Buol, Bripda Zikril Hakym, Polres Buol.

Brigadir Rico Kristmasta Tambunan, Polres Touna, Briptu La Ode Muh. Sadam Ansar, Polres Morowali, Briptu Sofian, Polres Donggala, dan Briptu Muhamad Istan, Polres Tolitoli, 

“Masyarakat dihimbau apabila ada oknum tersebut di atas yang masih mengaku sebagai anggota Polri dan membuat keresahan atau melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat agar segera meaporkan kepada Kepolisian setempat,”  tandasnya.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar