Bulog jamin stok pangan Sulteng aman

id bulog, pangan

Bulog jamin stok pangan Sulteng aman

Logo Badan Urusan Logistik (Bulog). (Ist)

Palu (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tengah menjamin stok pangan di Provinsi Sulawesi Tengah cukup dan aman menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pangan, sebab stok yang ada masih sangat memadai, meski kebutuhan dalam dua bulan ke depan ini meningkat," kata kata Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Bulog Sulteng, Amir Sube di Palu, Jumat.

Dia menjamin bahwa komoditas strategis yang paling dibutuhkan masyarakat seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging dan lainnya di pasaran setempat cukup tersedia dalam jumlah yang banyak sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat khawatir kekurangan bahan pangan.

Ia mencontohkan stok beras dikuasai Bulog Sulteng saat ini di gudang cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai tujuh bulan mendatang.

Begitu juga minyak goreng ada sekitar 4.000 liter, daging beku sekitar sembilan ton, gula pasir 50 ton dan tepung terigu lima ton.

Dengan posisi stok tersebut, Amir menjamin dapat memenuhi permintaan masyarakat di seluruh kabuopaten/kota di Provinsi Sulteng.

Jika mulai menipis, pihaknya, kata dia, pihaknya akan langsung mendatangkan tambahan pasokan dalam jumlah yang memadai diperhitungkan dengan kebutuhan masyarakat.

"Soal stok pangan di daerah ini tidak perlu diragukan," katanya.

Hanya saja,untuk beberapa jenis bahan kebutuhan masyarakat seperti cabai dan bawang putih dan merah di gudang Bulog kosong.

Bulog Sulteng juga terus memantau persediaan maupun tingkat harga bahan kebutuhan pokok di pasaran mengingat dalam bulan November samp0ai Desember 2019 ini dipastikan kebutuhan masyarakat meningkat.

Khusus untuk beras,minyak goreng dan tepung terigu serta gula pasir, Bulog melayani para pengecer yang berjualan di pasar-pasar tradisional dan juga RPK (Rumah Pangan Kita) di semua kabupatern/kota di Sulteng.

Hingga kini, harga kebutuhan pokok di tingkat pengecer masih stabil dan terkendali, kecuali yang naik yakni cabai rawit dan buah tomat. 

Kenaikan harga kedua kebutuhan itu di pasaran karena stok kurang dan permintaan masyarakat meningkat. Diperkirakan saat panen raya, harga akan kembali turun lagi.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar