
Baso Opi Pimpin YPTST

Perguruan tinggi yang dibangun sejak tahun 1982 tersebut kini memiliki sekitar 1.200 mahasiswa yang tergabung dalam jurusan Administrasi Negara.
Palu, (ANTARA Sulteng) - Staf ahli Bidang Pemerintahan Pemprov Sulawesi Tengah Drs H Syuaib Djafar, MSi melantik dan mengesahkan pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tengan (YPTST) periode 2012-2017 yang dipimpin Baso Opi Andi Syafruddin.
Pelantikan di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pembangunan (STIAP) Palu, pada Rabu sore itu berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian karena sebelumnya seluruh pintu masuk kampus STIAP itu dikunci oleh oknum tertentu.
Ini terjadi menyusul konflik di internal kepengurusan YPTST dimana pengurus sebelumnya tidak diangkat oleh pendiri yayasan melainkan oleh ikatan alumni STIAP.
Karena adanya konflik di tengah berkembangnya yayasan tersebut, pendiri akhirnya mengambil alih dengan membentuk pengurus baru diketuai Baso Opi Andi Syafruddin.
"Saya perlu meluruskan sejarah dan eksistensi yayasan ini. Bahwa yayasan ini didirikan oleh para tokoh intelektual, tokoh masyarakat dan pengusaha. Yayasan ini memiliki cita-cita luhur untuk membangun sumber daya manusia di daerah ini," kata pendiri YPST Mursalim.
Mursalim adalah salah satu dari 13 pendiri yayasan tersebut dan tinggal satu-satunya pendiri yang hidup saat ini. Sementara sejumlah pendiri lainnya seperti Drs H Galib Lasahido (mantan Gubernur Sulteng) dan dr Yan Muh Kaleb (mantan Bupati Donggala), telah meninggal dunia sebelum YPTST berkembang seperti saat ini.
"Saya bermohon kepada Pak Gubernur Longki Djanggola agar mengamankan aset yayasan yang ada saat ini karena ada upaya dari pihak lain untuk mengalihkan aset yang ada menjadi hak milik pribadi," kata Mursalim.
Perguruan tinggi yang dibangun sejak tahun 1982 tersebut kini memiliki sekitar 1.200 mahasiswa yang tergabung dalam jurusan Administrasi Negara.
Mursalim juga meminta kepada pengurus yayasan yang baru agar menata kembali seluruh proses pendidikan di kampus dan mengamankan seluruh aset yang ada menyusul adanya klaim dari kalangan tertentu mengatasnamakan sebagai sebagai pemilik yayasan itu. (A055)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
