Proyek CWIP-03 Nipah Kuning B bertujuan membangun jaringan perpipaan air limbah domestik yang berfungsi mengumpulkan dan menyalurkan limbah dari rumah tangga serta area komersial menuju Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) untuk diolah secara aman sebelum dibuang ke badan air. Keberadaan sistem ini berperan strategis dalam mencegah pencemaran Sungai Kapuas dan jaringan parit kota, menjaga kualitas air baku PDAM, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Pontianak.
Ruang lingkup pekerjaan Paket CWIP-03 Nipah Kuning B meliputi pemasangan pipa RCP jacking diameter 1000, 600, dan 450 mm sepanjang 1,77 km; pipa PVC jacking diameter 200–300 mm sepanjang 2,00 km; pipa PVC metode open trench sepanjang 20,00 km; jaringan rumah sepanjang 9,95 km; pembangunan 459 unit manhole; 3.200 unit house inlet; serta 1.400 sambungan rumah. Paket ini merupakan bagian dari lima paket pekerjaan sanitasi terintegrasi yang mencakup pembangunan IPALD Nipah Kuning dan Martapura serta jaringan perpipaan di beberapa zona layanan lainnya.
Proyek ini mencerminkan peran strategis Perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. “Penandatanganan kontrak CWIP-03 Nipah Kuning B merupakan wujud kepercayaan kepada WIKA untuk menghadirkan infrastruktur sanitasi yang andal dan berkelanjutan. Kami berkomitmen mengedepankan kualitas, inovasi, serta ketepatan waktu pelaksanaan, sekaligus memastikan manfaat langsung bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan Kota Pontianak,” ujar Agung Budi Waskito (BW) Direktur Utama WIKA.
Dalam pelaksanaannya, WIKA menghadapi tantangan teknis khas wilayah Pontianak, seperti kondisi tanah gambut dengan daya dukung rendah, muka air tanah yang tinggi, risiko banjir rob, topografi yang sangat datar, hingga pekerjaan di kawasan padat penduduk dengan utilitas bawah tanah yang kompleks. Untuk menjawab tantangan tersebut, WIKA menerapkan kombinasi metode konstruksi pipe jacking (microtunneling) dan open cut yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi dan fungsi jaringan.
Sebagai bentuk inovasi, WIKA mengimplementasikan penggunaan precast base manhole pada area open cut guna memastikan kualitas struktur di tengah kondisi muka air tanah tinggi, serta memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk memantau progres pemasangan pipa dan manhole secara real time berbasis geospasial. Penerapan inovasi ini mendukung efisiensi waktu, pengendalian biaya, serta peningkatan mutu pekerjaan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur dasar yang merata, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta penguatan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan, Proyek CWIP-03 Nipah Kuning B menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan kota yang sehat, inklusif, dan berdaya tahan terhadap perubahan iklim. Melalui proyek ini, WIKA berperan aktif mendukung transformasi layanan sanitasi nasional sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan di wilayah lahan basah.
Dengan ditandatanganinya kontrak baru Proyek CWIP-03 Nipah Kuning B, WIKA optimistis dapat menghadirkan solusi sanitasi yang andal, higienis, dan berkelanjutan bagi Kota Pontianak, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan lingkungan.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026
