Direktur Operasi PT Dahana, Abdul Haris Atbaro dalam laporannya menyatakan bahwa first blast ini bukan hanya pencapaian teknis, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan perizinan, penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi pada awal 2025, serta Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang disetujui Maret lalu.
“Keberhasilan ini lahir dari ketekunan, kesabaran, dan komitmen tim. PT Dahana tidak hanya bertindak sebagai kontraktor, tetapi mitra strategis yang mengelola proses terintegrasi dari land clearing hingga barging,” ungkap Haris.
Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi pionir dalam lini bisnis baru perusahaan, yaitu Quarry Management.
“Ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapabilitas hulu dan integrasi rantai pasok secara lebih solid, sejalan dengan transformasi bisnis PT Dahana, guna meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.” ungkap Hary.
Komisaris PT Dahana, Wildan Widarman, menegaskan pentingnya penerapan good mining practice, keselamatan kerja, serta tata kelola pertambangan yang berkelanjutan untuk menjamin keberhasilan jangka panjang.
Dari pihak mitra, Direktur Utama PT Bukit Gamping Resources, Heru Hendarto, menyampaikan apresiasi atas kinerja tim PT Dahana.
“Kami mengapresiasi profesionalisme dan dedikasi tim PT Dahana yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan first blast hari ini. Ini menjadi fondasi kuat bagi kesuksesan proyek ke depan,” ujarnya.
Sejalan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-60 PT Dahana yang mengusung tema “Sixty to Infinity”, pelaksanaan first blast ini menjadi representasi komitmen perusahaan dalam inovasi dan pengembangan ekosistem industri limestone terintegrasi.
PT Dahana juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh kegiatan operasional dengan standar keselamatan tertinggi, disiplin, serta berorientasi pada keberlanjutan dan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026
