TikTok akan larang iklan "body shaming"
Kamis, 24 September 2020 10:03 WIB
Ilustrasi aplikasi TikTok pada perangkat seluler. (ANTARA/Arindra Meodia)
Jakarta (ANTARA) - TikTok akan melarang iklan yang mempromosikan suplemen penurun berat badan atau aplikasi diet, sebagai bagian dari kebijakannya untuk membatasi iklan produk yang menyinggung bentuk dan ukuran tubuh atau "body shaming."
Dikutip dari Reuters, Kamis, aplikasi video berdurasi singkat itu mengatakan akan membatasi iklan yang menyebut klaim berlebihan dalam produk diet dan penurun berat badan.
TikTok, milik ByteDance asal China dan kini menjadi pertempuran politik antara Washington dan Beijing, telah berupaya keras untuk menghindari gangguan operasi di AS.
Pemerintah Trump menyebut TikTok telah mengambil data pribadi 100 juta pengguna AS untuk diteruskan ke otoritas China. Namun, TikTok telah membantah tudingan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Kamis, aplikasi video berdurasi singkat itu mengatakan akan membatasi iklan yang menyebut klaim berlebihan dalam produk diet dan penurun berat badan.
TikTok, milik ByteDance asal China dan kini menjadi pertempuran politik antara Washington dan Beijing, telah berupaya keras untuk menghindari gangguan operasi di AS.
Pemerintah Trump menyebut TikTok telah mengambil data pribadi 100 juta pengguna AS untuk diteruskan ke otoritas China. Namun, TikTok telah membantah tudingan tersebut.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat sambut baik wacana belanja iklan kementerian untuk perusahaan pers
21 February 2024 15:23 WIB, 2024
Bawaslu Kota Palu minta peserta pemilu hapus iklan kampanye di medsos
13 February 2024 14:14 WIB, 2024
Bawaslu Provinsi Sulteng tegaskan Iklan kampanye di media belum diperbolehkan
07 January 2024 16:57 WIB, 2024