Penumpang Bandara Hasanuddin antusias respon penerapan GeNose C19
Minggu, 18 April 2021 14:55 WIB
Para penumpang menjalani tes antigen di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. ANTARA/HO
Makassar (ANTARA) - PT Angkasa Pura I (Persero) mengatakan masyarakat atau para penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memberikan respon yang antusias terkait penerapan tes GeNose C19.
Humas PT Angkasa Pura (AP) I Iwan Risdianto di Makassar, Minggu, mengatakan penerapan GeNose C19 untuk pengecekan kondisi tubuh penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin telah dimulai sejak 16 April 2021.
"Jadi penumpang yang memang kebetulan belum memiliki surat tes antigen, ataupun penumpang yang mendadak-mendadak itu (yang antusias)," katanya.
"Apalagi biaya untuk GeNose C19 itu lebih murah yakni Rp40 ribu," lanjut dia.
Namun demikian, kata dia, penerapan alat deteksi GeNose C19 bukan menjadi faktor utama, melainkan daerah tujuan dari para penumpang.
Sebab, lanjut dia, pemberlakuan GeNose C19 baru diberlakukan di beberapa bandara dan penggunaannya masih akan dilanjutkan secara bertahap.
Untuk tahap pertama penerapan GeNose C19 itu untuk Surabaya dan Yogyakarta. Selanjutnya tahap I itu Bali termasuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
"Jadi GeNose C19 itu bukan utama GeNose C19 melainkan rapid antigen atau usap PCR yang secara umum ditetapkan di seluruh bandara," ujarnya.
Ia menjelaskan, khusus untuk Bali, meski sudah masuk tahap kedua bersama Makassar dalam penerapan GeNose C19, namun tidak berlaku bagi penumpang yang ingin ke daerah itu.
"Jadi hanya berlaku bagi orang dari Bali ke Makassar ataupun daerah lainnya yang ikut menerapkan GeNose C19 termasuk di Jakarta," katanya.
Humas PT Angkasa Pura (AP) I Iwan Risdianto di Makassar, Minggu, mengatakan penerapan GeNose C19 untuk pengecekan kondisi tubuh penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin telah dimulai sejak 16 April 2021.
"Jadi penumpang yang memang kebetulan belum memiliki surat tes antigen, ataupun penumpang yang mendadak-mendadak itu (yang antusias)," katanya.
"Apalagi biaya untuk GeNose C19 itu lebih murah yakni Rp40 ribu," lanjut dia.
Namun demikian, kata dia, penerapan alat deteksi GeNose C19 bukan menjadi faktor utama, melainkan daerah tujuan dari para penumpang.
Sebab, lanjut dia, pemberlakuan GeNose C19 baru diberlakukan di beberapa bandara dan penggunaannya masih akan dilanjutkan secara bertahap.
Untuk tahap pertama penerapan GeNose C19 itu untuk Surabaya dan Yogyakarta. Selanjutnya tahap I itu Bali termasuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
"Jadi GeNose C19 itu bukan utama GeNose C19 melainkan rapid antigen atau usap PCR yang secara umum ditetapkan di seluruh bandara," ujarnya.
Ia menjelaskan, khusus untuk Bali, meski sudah masuk tahap kedua bersama Makassar dalam penerapan GeNose C19, namun tidak berlaku bagi penumpang yang ingin ke daerah itu.
"Jadi hanya berlaku bagi orang dari Bali ke Makassar ataupun daerah lainnya yang ikut menerapkan GeNose C19 termasuk di Jakarta," katanya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Laboratorium DSLNG jadi contoh penerapan standar mutu ISO/IEC 17025:2017 di industri gas bumi
11 November 2025 16:21 WIB
Terpopuler - Humaniora
Lihat Juga
Ditjenpas Sulteng resmikan Pura Maitri Santhi perkuat pembinaan keagamaan
14 February 2026 17:07 WIB
RSUD Kabelota Kabupaten Donggala optimalkan layanan pasien PBI JKN nonaktif
14 February 2026 13:45 WIB
Cara Vale tanamkan kesadaran lingkungan di Morowali sejak di bangku sekolah
13 February 2026 14:48 WIB