Jakarta (ANTARA) - Pabrik penggilingan gandum dan tepung terigu Bogasari menggelar program Sajian Bersama Bogasari (SBB) untuk mendukung pemberdayaan para ibu rumah tangga di industri Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan pendampingan yang dilakukan secara tatap muka beberapa waktu lalu.

“Melalui kegiatan SBB ini, Bogasari mengajak ibu-ibu untuk lebih produktif, sehingga bisa meningkatkan pendapatan dengan membuka usaha makanan berbasis tepung terigu,” kata Product Group Manager Bogasari Beatrix Soedibyo, dikutip dari keterangan persnya, Kamis.

Program SBB merupakan program tahunan yang rutin dijalankan oleh Bogasari, yakni pelatihan baking demo (demo memasak kue) pada para ibu rumah tangga anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengenai cara membuat ragam kue dari bahan berbasis terigu.

Setelah sempat terhenti selama tiga tahun karena pandemi COVID-19, Bogasari kembali menggelar program SBB pada tahun ini di 50 titik kecamatan yang tersebar di 10 Kota di seluruh Indonesia. Kota-kota tersebut, yakni Jabodebek, Malang, Yogyakarta, Medan, Jember, Palembang, Situbondo, Tarakan, Serang, dan Tangerang dengan total peserta mencapai lima ribu orang.

Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan edukasi seputar cara pemanfaatan, pengolahan, dan penyimpanan tepung terigu dengan benar. Ke depannya, diharapkan para peserta dapat memproduksi makanan berbasis terigu untuk usaha mereka sendiri.

Selain pemberian materi seputar produk dan program kemitraan dari Bogasari, program SBB juga menghadirkan sesi baking demo resep-resep pilihan Bogasari, yaitu sate ayam crispy, watermelon comic cake, dan pastel panggang tape keju.

Ketiga resep ini dipilih karena proses pembuatannya yang cukup mudah bagi pemula. Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan tidak terlalu besar, sehingga para peserta yang ingin membuka usaha dapat memproduksinya langsung dalam skala kecil atau skala rumahan.

“Selain resep yang didemokan menyesuaikan dengan produk Bogasari dan lokasi, kami juga memilih resep yang Harga Pokok Penjualan (HPP)-nya masih bisa dijual dengan harga di bawah Rp2 ribu per potong, sehingga para ibu dapat memproduksi cukup banyak dan bisa dijadikan bekal anak sekolah atau jualan di tempat anaknya bersekolah,” kata Beatrix.

Dia menambahkan, “Kami berkolaborasi dengan pemerintah setempat dalam pelaksanaannya dan SBB tahun ini diadakan di kecamatan-kecamatan yang belum pernah diadakan sebelumnya".

 

Pewarta : Vinny Shoffa Salma
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024