Gempa berkekuatan M5,4 yang guncang Maluku dipicu pergeseran lempeng
Selasa, 27 Februari 2024 9:18 WIB
Peta lokasi gempa bumi berkekuatan M5,4 magnitudo yang bersumber di laut dengan kedalaman 112 kilometer pada jarak 241 kilometer dari Barat Daya Maluku Tenggara, Selasa (27/2/2024). ANTARA/HO-BMKG.
Jakarta (ANTARA) - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo M5,4 yang mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa pagi dini hari dipicu oleh pergeseran batuan dalam lempeng di Laut Banda.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam laporan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, pusat gempa berada pada koordinat 5,88 derajat Lintang Selatan ; 130,57 derajat Bujur Timur dari perairan Laut Banda.
Berdasarkan hasil analisa BMKG diketahui gempa tersebut merupakan gempa klaster menengah yang titik episenternya berada pada kedalaman 112 kilometer.
"Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault," katanya.
Karena itu pihaknya mengestimasi dampak getaran gempa terasa dari wilayah Pantai Timur Laut sampai ke Amahai, Banda, Wer Maktian Kabupaten Maluku Tengah, hingga ke Maluku Tenggara Barat dengan skala intensitas III MMI, atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan akan truk berlalu.
Meski demikian, Daryono memastikan, sejak pukul 03.00 WIB hingga saat ini belum ada laporan atas dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut dari masyarakat maupun instansi terkait di daerah setempat.
"Hasil analisa pemodelan gempa pun menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam laporan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, pusat gempa berada pada koordinat 5,88 derajat Lintang Selatan ; 130,57 derajat Bujur Timur dari perairan Laut Banda.
Berdasarkan hasil analisa BMKG diketahui gempa tersebut merupakan gempa klaster menengah yang titik episenternya berada pada kedalaman 112 kilometer.
"Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault," katanya.
Karena itu pihaknya mengestimasi dampak getaran gempa terasa dari wilayah Pantai Timur Laut sampai ke Amahai, Banda, Wer Maktian Kabupaten Maluku Tengah, hingga ke Maluku Tenggara Barat dengan skala intensitas III MMI, atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan akan truk berlalu.
Meski demikian, Daryono memastikan, sejak pukul 03.00 WIB hingga saat ini belum ada laporan atas dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut dari masyarakat maupun instansi terkait di daerah setempat.
"Hasil analisa pemodelan gempa pun menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dermaga ambruk di Pulau Hatta, SAR Ambon evakuasi tujuh korban tewas
31 October 2024 10:42 WIB, 2024
Polda kirim tim Inafis selidiki kebakaran speedboat cagub Maluku Utara
13 October 2024 6:31 WIB, 2024
Lima orang tewas dalam kebakaran kapal rombongan Calon Gubernur Malut
12 October 2024 17:05 WIB, 2024
KPK pindahkan terdakwa penyuap AGK ke Rutan Ternate untuk disidangkan
01 October 2024 9:18 WIB, 2024
BMKG prakirakan cuaca Indonesia hari ini umumnya berawan hingga hujan
18 September 2024 11:45 WIB, 2024
Terpopuler - Humaniora
Lihat Juga
Lanal Palu libatkan lintas sektor bersihkan pantai di tiga titik di Donggala
06 February 2026 16:08 WIB
Program Alpukat atau anak lahir bawa pulang akta upaya tingkatkan pelayanan administrasi kependudukan
06 February 2026 14:28 WIB