Surya Paloh tunjukkan jiwa nasionalisme
Jumat, 22 Maret 2024 9:17 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (dua kiri) menyampaikan pernyataan sikap partai yang menerima hasil Pemilu 2024 dalam jumpa pers, di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (20/3/2024). ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah menunjukkan sikap nasionalisme saat mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Di situ sebenarnya jiwa nasionalisme Pak Surya Paloh muncul, jiwa nasionalismenya hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," katanya dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pada prinsipnya setelah kontestasi, kalah menang biasa, yang menang beruntung yang kalah memang belum ditakdirkan Tuhan untuk menang.
Dia pun mengapresiasi sikap Surya Paloh yang secara terbuka mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, usai pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kita patut berbangga, patut bahagia kepada Pak Surya Paloh dan NasDem yang berjiwa besar untuk menerima pemilu, lalu mengucapkan selamat kepada Prabowo-Gibran sebagai bagian dari pada menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya pula.
Menurutnya, sikap Surya Paloh itu sebagai contoh baik bagi elite parpol maupun capres-cawapres yang kalah, agar legowo menerima kekalahan. Sebab kontestasi Pilpres 2024 dianggap sudah selesai secara aman, damai, dan demokratis.
“Itu sesuatu yang positif, sesuatu yang bagus, NasDem berjiwa besar menerima kekalahan dan menerima kemenangan, artinya proses tahapan pemilu sudah usai, presiden sudah ditetapkan dan NasDem sudah mengakui kemenangan Prabowo dan mengakui kekalahan,” kata Ujang menegaskan.
Menurut dia, proses demokrasi di Indonesia berjalan dengan normal, dengan baik dengan bagus, walaupun banyak catatan dan kekurangan dalam demokrasi.
Ujang menegaskan, Surya Paloh sudah menampilkan jiwa nasionalismenya dengan tidak ngotot pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang harus menang. Hal itu ditunjukkan dengan sikap menerima kekalahan dan legowo mengakui kemenangan lawan.
Ujang juga berharap para ketum partai lain mau melakukan hal yang sama seperti Surya Paloh untuk melengkapi jalannya Pilpres 2024 yang lancar, aman, dan damai meskipun ada dinamika di lapangan.
“Di situ sebenarnya jiwa nasionalisme Pak Surya Paloh muncul, jiwa nasionalismenya hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," katanya dihubungi di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pada prinsipnya setelah kontestasi, kalah menang biasa, yang menang beruntung yang kalah memang belum ditakdirkan Tuhan untuk menang.
Dia pun mengapresiasi sikap Surya Paloh yang secara terbuka mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, usai pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kita patut berbangga, patut bahagia kepada Pak Surya Paloh dan NasDem yang berjiwa besar untuk menerima pemilu, lalu mengucapkan selamat kepada Prabowo-Gibran sebagai bagian dari pada menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya pula.
Menurutnya, sikap Surya Paloh itu sebagai contoh baik bagi elite parpol maupun capres-cawapres yang kalah, agar legowo menerima kekalahan. Sebab kontestasi Pilpres 2024 dianggap sudah selesai secara aman, damai, dan demokratis.
“Itu sesuatu yang positif, sesuatu yang bagus, NasDem berjiwa besar menerima kekalahan dan menerima kemenangan, artinya proses tahapan pemilu sudah usai, presiden sudah ditetapkan dan NasDem sudah mengakui kemenangan Prabowo dan mengakui kekalahan,” kata Ujang menegaskan.
Menurut dia, proses demokrasi di Indonesia berjalan dengan normal, dengan baik dengan bagus, walaupun banyak catatan dan kekurangan dalam demokrasi.
Ujang menegaskan, Surya Paloh sudah menampilkan jiwa nasionalismenya dengan tidak ngotot pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang harus menang. Hal itu ditunjukkan dengan sikap menerima kekalahan dan legowo mengakui kemenangan lawan.
Ujang juga berharap para ketum partai lain mau melakukan hal yang sama seperti Surya Paloh untuk melengkapi jalannya Pilpres 2024 yang lancar, aman, dan damai meskipun ada dinamika di lapangan.
Pewarta : Fauzi
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat: PKS-PKB-NasDem berpotensi jadi partai "plus" KIM di Jakarta
07 August 2024 13:54 WIB, 2024
Pengamat Politik menilai rekonsiliasi nasional perlu dibangun jauh-jauh hari
17 March 2024 13:41 WIB, 2024
Pengamat Politik: Ucapan Guntur Soekarnoputra terlalu merendahkan Jokowi
30 January 2024 13:14 WIB, 2024
Pengamat Politik: Wacana penyetopan bansos selama Pemilu korbankan rakyat
04 January 2024 7:01 WIB, 2024
Pengamat Politik: Kesiapan Yenny Wahid sinyal positif bacapres semua koalisi
13 August 2023 7:11 WIB, 2023
DPR imbau pemerintah untuk tingkatkan efektivitas pengelolaan utang negara
09 May 2020 8:15 WIB, 2020