Wisata Bahari Masih Andalan Manado
Senin, 24 September 2012 18:45 WIB
Para penyelam sedang menikmati keindahan bawah air di perairan Pantai Malalayang Manado. (FOTO ANTARA/Basrul Haq)
Manado - Wisata bahari masih tetap menjadi andalan Kota Manado untuk dijual ke tingkat nasional maupun mancanegera, kata pejabat berwenang.
"Taman laut Bunaken dan Pantai Malalayang adalah dua aset wisata kita, karena menjual bahari kota Manado," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Manado Pitter Assa, di Manado.
Ia mengatakan, kalau Bunaken lebih banyak diminati oleh wisatawan mancanegara dan domestik, sedangkan Pantai Malalayang oleh penduduk lokal Manado serta wilayah sekitarnya.
"Namun harus diingat di Pantai Malalayang, bukan hanya lautnya yang kita jual, tetapi tempat tersebut juga menjadi lokasi wisata kuliner juga," kata Assa.
Ia mengakui sebagai kota pesisir pantai, lokasi wisata Malalayang adalah alternatif yang bagus dan murah karena banyak sajian kuliner tradisional khas Manado yang dijual di tempat tersebut.
Namun Assa mengatakan, promosi Bunaken pun dilakukan dengan gencar di mana-mana untuk menarik minat wisatawan datang berkunjung ke daerah ini, termasuk juga menawarkan berbagai potensi wisata lainnya seperti alam pegunungan dan kuliner.
Salah satu pengunjung Pantai Malalayang mengatakan, lokasi tersebut menjadi alternatif paling utama setiap akhir pekan, karena mudah dijangkau dan biayanya lebih murah.
"Kalau datang ke sini tak perlu buang uang banyak, cukup naik angkot ke arah Malalayang dan membayar dua ribu rupiah sampai dan bisa menikmati pemandangan pantai Manado serta menikmati pengananan khas Manado, yang murah meriah," kata Rina, pengunjung pantai Malalayang. (KR-JHB)
"Taman laut Bunaken dan Pantai Malalayang adalah dua aset wisata kita, karena menjual bahari kota Manado," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Manado Pitter Assa, di Manado.
Ia mengatakan, kalau Bunaken lebih banyak diminati oleh wisatawan mancanegara dan domestik, sedangkan Pantai Malalayang oleh penduduk lokal Manado serta wilayah sekitarnya.
"Namun harus diingat di Pantai Malalayang, bukan hanya lautnya yang kita jual, tetapi tempat tersebut juga menjadi lokasi wisata kuliner juga," kata Assa.
Ia mengakui sebagai kota pesisir pantai, lokasi wisata Malalayang adalah alternatif yang bagus dan murah karena banyak sajian kuliner tradisional khas Manado yang dijual di tempat tersebut.
Namun Assa mengatakan, promosi Bunaken pun dilakukan dengan gencar di mana-mana untuk menarik minat wisatawan datang berkunjung ke daerah ini, termasuk juga menawarkan berbagai potensi wisata lainnya seperti alam pegunungan dan kuliner.
Salah satu pengunjung Pantai Malalayang mengatakan, lokasi tersebut menjadi alternatif paling utama setiap akhir pekan, karena mudah dijangkau dan biayanya lebih murah.
"Kalau datang ke sini tak perlu buang uang banyak, cukup naik angkot ke arah Malalayang dan membayar dua ribu rupiah sampai dan bisa menikmati pemandangan pantai Manado serta menikmati pengananan khas Manado, yang murah meriah," kata Rina, pengunjung pantai Malalayang. (KR-JHB)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lanal-Palu bentuk Kampung Bahari Nusantara perkuat ketahanan pangan
17 December 2024 19:12 WIB, 2024
Danlanal lepas kontingen Saka Bahari Lanal Palu ikuti PPKM Nasional
06 November 2024 18:56 WIB, 2024
KIARA desak pemerintah lebih pikirkan keberlanjutan ekosistem pesisir
08 October 2024 11:06 WIB, 2024
Objek wisata di Kabupaten Donggala ramai dikunjungi di penghujung libur Lebaran
15 April 2024 7:11 WIB, 2024
Imigrasi Banggai bentangkan bendera di laut dalam peringati HBI ke-74
22 January 2024 18:41 WIB, 2024
Polisi sita sebanyak 7,2 kilogram narkotika saat penggerebekan di Tanjung Priok
26 September 2023 13:21 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020