Palu (ANTARA) -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menekankan peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam menggerakkan agenda pembangunan daerah.

“ASN tidak hanya dituntut menguasai tugas teknis, tetapi juga memahami arah besar pembangunan Sulawesi Tengah,” kata Asisten Administrasi Umum Setda Sulteng Moh. Sadly Lesnusa di Palu, Rabu. 

Penekanan itu disampaikan dalam penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan Orientasi PPPK Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng. Kegiatan itu menandai berakhirnya proses pembentukan kompetensi dasar bagi aparatur baru, yang akan memperkuat layanan publik di berbagai Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemprov Sulteng.

Dari total 441 peserta CPNS, sebanyak 439 orang dinyatakan lulus, sementara dua peserta mengundurkan diri selama pelatihan. Peserta CPNS terdiri atas 326 orang golongan III dan 115 golongan II. Untuk PPPK, seluruh 4.354 peserta dinyatakan lulus.

“Pentingnya aparatur bekerja cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.

Sadly mengingatkan bahwa status sebagai CPNS maupun PPPK adalah amanah dari tuhan, pemerintah, dan masyarakat. Sehingga aparatur wajib menjadi agen perubahan yang bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas.

Dia menyoroti isu efisiensi anggaran yang kini menjadi perhatian nasional. Menurutnya, efisiensi bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, melainkan tantangan untuk lebih kreatif dan inovatif.

“Negara wajib melayani setiap warga negara. Tidak ada kata nanti atau tunda dalam pelayanan publik,” katanya menegaskan.

Pelaksanaan Latsar CPNS tahun ini berlangsung selama 64 hari kerja menggunakan metode blended learning, menggabungkan pembelajaran mandiri, sesi daring melalui zoom, dan tatap muka. Sementara Orientasi PPPK dilaksanakan selama 17 hari kerja dengan metode pembelajaran mandiri serta sesi tatap muka.

 


Pewarta : Fauzi
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026