Palu (ANTARA) -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong kolaborasi Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulteng dengan multipihak di daerah.

“Saya berharap dapat lahir langkah-langkah inovatif serta program-program nyata yang bersinergi erat dengan visi Sulteng Nambaso,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng Rudi Dewanto pada acara Pelantikan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 di Palu, Kamis.

Rudi meminta HIPKA Sulteng tampil menjadi motor pertumbuhan, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Menurut dia, Pemprov Sulteng mendorong kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia usaha dalam membangun iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Ketua Umum HIPKA Sulteng Ambo Dalle mengajak pengurus dan anggota, untuk menjadikan HIPKA sebagai wadah bergerak dan berkarya nyata membangun Sulteng.

“Sebagai kumpulan pengusaha, kita tidak perlu lagi banyak diskusi, tapi harus eksekusi,” serunya agar organisasi beraksi nyata membangun daerah di sektor ekonomi.

Dia juga menegaskan komitmen untuk mendorong kebangkitan pengusaha lokal agar, tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi di Sulawesi Tengah. Dia menekankan Sulteng memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan, untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru, khususnya dari kalangan alumni dan UMKM.

“Pengusaha lokal tidak boleh jadi penonton di tengah gegap gempita investasi yang ada di Sulawesi Tengah,” katanya menegaskan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal BPP HIPKA Ahmad Muntaha menyoroti pentingnya peran organisasi dalam menumbuhkan wirausaha baru serta memfasilitasi akses permodalan, khususnya bagi UMKM yang menjadi basis utama anggota HIPKA.

“Piramida bisnis kawan-kawan HIPKA ini lebih besar di bawah, di level UMKM. Karena itu UMKM perlu terus ditingkatkan dan diperkuat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, mulai dari risiko stagflasi hingga tensi politik internasional yang berdampak pada ekonomi nasional dan daerah.

Lanjut dia, HIPKA melihat sejumlah kebijakan nasional seperti stimulus ekonomi, ketahanan pangan, hingga optimalisasi Danantara sebagai fenomena positif yang bisa berdampak langsung ke daerah, termasuk Sulawesi Tengah.