
BPBD: 288 jiwa mengungsi akibat tanah bergerak di Fatufia Morowali

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan 288 jiwa mengungsi akibat tanah bergerak di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam keterangan di Palu, Jumat, mengatakan peristiwa tanah bergerak tersebut terjadi pada Kamis (29/1), sekitar pukul 03.00 Wita.
Ia menjelaskan peristiwa tersebut diduga dipicu aktivitas lima ekskavator yang sedang melakukan kegiatan pemuatan material di sekitar lokasi.
Aktivitas tersebut menimbulkan getaran yang menyebabkan kepanikan warga.
Ia mengatakan efek getaran kemudian timbul kembali pada saat hari menjelang malam dengan tanda-tanda tanah mulai bergerak.
“Efek getaran sempat dirasakan warga, kemudian berlanjut keesokan harinya menjelang malam dengan tanda-tanda tanah mulai bergeser,” ujarnya.
BPBD Sulteng telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Morowali dan melakukan asesmen di lapangan untuk penanganan di lokasi terdampak.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, peristiwa tersebut berdampak terhadap 94 kamar kos dan 288 jiwa yang kemudian mengungsi. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
“Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga terdampak meliputi hunian sementara dan bantuan logistik,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
