Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) menerapkan program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) untuk penguatan kapasitas pelaku usaha lokal supaya mampu bersaing di pasar global khususnya pada komoditas durian.
"Program PED merupakan langkah strategis untuk membantu pelaku usaha durian supaya bisa naik kelas agar pendapatan mereka semakin baik," kata Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra di Palu, Jumat.
Program yang diinisiasi OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Parigi Moutong dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan memperkuat rantai pasok durian.
Karena Parigi Moutong telah memulai ekspor durian ke Tiongkok sebanyak 27 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp2,1 miliar, maka potensi itu harus dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi daerah, terlebih pendapatan petani maupun pelaku usaha durian.
"Ekspor produk unggulan daerah harus disambut dengan baik. Maka petani maupun pelaku usaha durian harus memanfaatkan peluang itu," ujarnya.
Ia menjelaskan program itu telah menghasilkan kesepakatan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Industri Jasa Keuangan (IJK), Balai Karantina, dan Dinas Pangan bersama sejumlah pelaku usaha rumah kemas atau Packing Hous (PH) di Sulawesi Tengah.
Sebagai implementasi nyata, kata dia, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,4 miliar kepada PT Silvia Amerta Jaya selaku unit rumah kemas durian yang ikut terlibat dalam kegiatan ekspor.
Ia mengemukakan melalui perluasan akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha durian, program itu membuka peluang ekspor yang lebih luas, guna mendorong peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong.
"Kami berharap lewat program inovasi itu petani semakin maju dan iklim investasi komoditas durian di Sulawesi Tengah lebih baik," kata dia.