Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov-Sulteng siapkan CKG serentak bagi siswa di 12 kabupaten/kota

Jumat, 10 April 2026 06:54 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido memimpin rapat persiapan pelaksanaan program “Gubernur Menyapa” yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak bagi siswa di 12 kabupaten/kota. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan pelaksanaan program “Gubernur Menyapa” yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak bagi siswa di 12 kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido di Palu, Kamis, mengatakan kegiatan ini harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan, mengingat pelaksanaan secara serentak dan melibatkan banyak pihak.

Program ini akan dilaksanakan secara daring setelah upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah pada 13 April 2026, dengan lokasi kegiatan tersebar di sejumlah sekolah, meliputi SMA 1 Sigi, SMA 1 Sindue (Donggala), SMA 1 Parigi (Parigi Moutong), SMK 1 Tolitoli, SMK 1 Biau (Buol), SMA 1 Luwuk (Banggai), SMK 1 Tinakung (Banggai Kepulauan), SMA 1 Banggai (Banggai Laut), SMA 1 Petasia (Morowali Utara), SMA 1 Bungku (Morowali), SMAN 3 Poso (Poso) dan SMA GKST 2 Tentena, serta SMAS 1 Ampana Kota (Tojo Una-Una).

“Kita targetkan sebelum pukul 12.00 Wita seluruh rangkaian sudah selesai. Jadi teman-teman di kabupaten/kota harus benar-benar siap, baik dari sekolah maupun puskesmas yang ditunjuk,” katanya.

Ia meminta seluruh tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan di daerah untuk siap di lokasi masing-masing sebelum kegiatan dimulai.

Dalam pelaksanaan CKG, ia meminta setiap puskesmas aktif melaporkan capaian pelayanan kesehatan yang telah dilakukan sejak Januari hingga hari pelaksanaan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya input data dilakukan secara lengkap ke dalam aplikasi sebagai bentuk akuntabilitas dan bahan evaluasi.

Program CKG bagian dari “Gebyar Berani Cek Kesehatan Gratis Terpadu” untuk mendorong deteksi dini penyakit di masyarakat serta mendukung kebijakan nasional di bidang kesehatan yang diinisiasi Presiden RI.

Meski masih terdapat keterbatasan, seperti ketersediaan reagen dari pemerintah pusat, ia meminta jajaran kesehatan tetap menjalankan layanan sesuai kemampuan yang ada.

“Yang bisa dilakukan di puskesmas segera lakukan. Sambil kita terus dorong percepatan distribusi dari pusat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi lintas sektor, khususnya antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Ia mengharapkan upaya preventif kesehatan dapat menjangkau lebih luas, khususnya generasi muda.

Melalui program ini, ia berharap, dapat menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026