Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat memberikan subsidi pada harga bahan pokok penting yang dijual lewat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah tersebut menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Kepala Bidang (Kabid) Ketapang Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi Nizam mengatakan pelaksanaan gerakan pangan murah tersebut bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Berdasarkan pantauan kami bahwa bahan pangan yang paling dibutuhkan masyarakat seperti minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah dan bawang putih," kata Nizam saat ditemui awak media di Desa Bora, Sigi, Rabu.

Ia mengemukakan bahan pangan yang dijual pada GPM tersebut terdiri dari beras SPHP sebanyak 1,5 ton, telur 250 rak, bawang merah 200 kg, bawang putih 150 kg, gula pasir 400 kg, Minyakita 1.800 liter, Minyak goreng premium 400 liter, tepung terigu 200 kg.

"Masyarakat sangat antusias dengan diselenggarakannya gerakan pangan murah ini karena memang harga-harga bahan pokok di pasar menjelang lebaran Idul Fitri seperti saat ini sedang naik, " ucapnya. 

Ia menuturkan semua komoditas pada gerakan pangan murah itu dijual dengan harga di bawah harga jual di pasar.

"Jadi kami menjual bahan pangan di GPM ini di bawah harga pasar seperti Minyakita dijual dengan harga Rp12.500 per liter, telur Rp52 ribu per rak, bawang merah dan putih Rp28 ribu per kg, dan gula pasir Rp15 ribu per kg," sebutnya.

Nizam menyebutkan tujuan dilaksanakan Gerakan Pangan Murah tersebut dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Lebaran Idul Fitri.