Logo Header Antaranews Sulteng

LPP Kelas III Palu perkuat pembinaan berbasis ketahanan pangan bagi warga binaan

Kamis, 7 Mei 2026 20:33 WIB
Image Print
Jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng melaksanakan panen perdana 2.000 jagung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) LPP Palu, Sulteng. ANTARA/HO-Kanwil Ditjenpas Sulteng

Palu (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis produktivitas dan ketahanan pangan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala LPP Palu Yoesiana di Palu, Kamis, mengatakan pihaknya melaksanakan panen perdana sebanyak 2.000 tongkol jagung yang merupakan hasil optimalisasi lahan yang sebelumnya tidak produktif.

“Ini panen perdana dari lahan yang dulunya tidak dimanfaatkan. Sekarang menjadi area pertanian dan perikanan dan melibatkan langsung warga binaan,” katanya.

Ia menjelaskan program tersebut tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian dan perikanan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Selain panen jagung, kegiatan juga dirangkaikan dengan penaburan 1.000 bibit ikan nila sebagai bagian dari pengembangan sektor perikanan yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Kami ingin mereka punya bekal nyata saat kembali ke masyarakat, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun kewirausahaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan panen tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan tidak lagi berhenti pada proses, tetapi mulai menghasilkan output yang terukur dan berdampak.

“Kita ingin pembinaan tidak hanya berjalan, tetapi menghasilkan. Ini bukti bahwa warga binaan mampu produktif dan memberi nilai tambah,” ujarnya.

Menurut Bagus, hasil program kemandirian tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong kemandirian warga binaan dan kontribusi terhadap penyediaan pangan bergizi.

“Hasilnya bisa mendukung PNBP dan memberikan premi bagi warga binaan. Ini bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Ditjenpas Sulteng mendorong program pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga menghasilkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026