Palu (ANTARA) -
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sangat diharapkan para siswa di sekolah tersebut.
“Program ini sangat positif dan bisa dikatakan sangat diharapkan para peserta didik,” kata PIC MBG SMA 6 Palu Mohammad Ikra, dalam podcast kolaborasi ANTARA Sulteng dan Diskominfosantik Sulteng yang dikutip di Palu, Senin.
Dia menjelaskan secara ekonomi, para peserta didik di SMA 6 Palu berada pada cluster kelas menengah ke bawah. Total penerima manfaat program MBG di SMA 6 Palu sebanyak 800 orang.
Lanjut dia, tingginya antusias siswa dikarenakan faktor perekonomian keluarga, yang sangat terbatas. Bahkan beberapa anak-anak tidak memiliki uang jajan untuk makan siang.
Ikra mengungkapkan dengan adanya program MBG, tingkat kehadiran siswa meningkat, karena disiang hari sudah disediakan makan gratis di sekolah. Para siswa tidak perlu lagi bolos sekolah, hanya untuk pulang ke rumah untuk makan.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Tadulako (Untad) Palu Nur Sangadji menegaskan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat menjadikan para siswa setara antara yang kaya dan miskin.
“Kalau kita kasih semua, akan ada dampak psikologis yang baik. Karena, tidak ada yang merasa lebih kaya, dan tidak ada merasa lebih miskin,” katanya.
Penegasan itu disampaikannya menanggapi adanya kritikan, mengapa MBG tidak diberikan kepada kelompok tertentu saja. Misalnya anak-anak sekolah yang miskin, atau pada tingkat pendidikan tertentu saja dengan menyesuaikan efektifitas dan ketersediaan anggaran.
“Program ini menunjukkan adanya kesamaan dan kesetaraan, saat mereka Bersama-sama makan dengan makanan yang sama dan dari omprengan yang sama,” katanya menegaskan.