Palu,  (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan transaksi selama pelaksanaan Sulteng Expo, 13 sampai 17 April 2018, dapat mencapai lebih dari Rp12 miliar.

"Transaksi pada Sulteng Expo tahun lalu mencapai Rp12 miliar. Tahun ini kami targetkan melampaui tahun lalu," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Christina Sandra Tobondo di Palu, Sabtu.

Optimisme Sandra yang juga Ketua Panitia Sulteng Expo itu didasarkan pada tingginya minat peserta serta bertambahnya zona expo dengan melibatkan wirausaha yang menyediakan belanja barang rumah tanggga, aksesoris, pakaian dan cendramata.

Dari 88 tempat yang disediakan untuk dalam ruangan seluruhnya sudah laku terjual bahkan masih ada yang ingin mendaftar namun tempatnya tidak memadai lagi.

Begitu juga tempat di luar ruangan sebanyak 50 tempat juga sudah terisi penuh, hanya saja masih memungkinkan dibuka tempat yang baru jika masih ada peminatnya.

"Untuk stand indoor kami siapkan air conditioner sehingga pengunjung lebih nyaman dan betah di dalam," katanya.

Dia mengatakan Sulteng Expo tahun sebelumnya transaksi paling besar terjadi di zona otomotif. Kali ini panitia tetap membuka zona otomotif."Bahkan tersedia juga penjualan otomotif bekas," katanya.

Sulteng Expo tahun ini jelas Sandra, mengusung konsep edukasi investasi, pariwisata dan pengembangan industri kreatif.

Selain itu juga produk unggulan UKM, budaya, potensi daerah, kerajinan nasional dan produk jasa unggulan lainnya.

Sulteng Expo akan digelar di Sirkuit Panggona, bekas lokasi STQ Nasional, Bukit Jabal Nur, Kota Palu.

Expo ini juga menyedot partisipasi sejumlah kementerian, industri jasa keuangan, BUMN/BUMD, sejumlah asosiasi terkait, perusahaan nasional dan multinasional.

Baca juga: Sulteng Masuk Nominasi "Regional Marketing Award"