Cegah kanker dengan perilaku hidup sehat
Selasa, 21 Mei 2019 6:55 WIB
Kondisi tempat tinggal bocah penderita kanker vulva, di Desa Ombulotada, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara.
Gorontalo (ANTARA) - Penyakit kanker yang tergolong mematikan dan belum diketahui penyebabnya, dapat dicegah dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, kata dokter spesialis penyakit dalam, dr Taufik Biya, SpPD, di Gorontalo, Senin.
Menurut dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Siddiki, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo itu, faktor presdisposisi kanker, potensial terjadi akibat infeksi, bahan kimia, makanan dan paparan sinar ultraviolet.
Termasuk paparan asap rokok yang diketahui pun cukup banyak memicu kanker.
Beberapa antisipasi dapat dilakukan kata Taufik, yaitu melalui vaksin HPV (human papillomavirus) merupakan cara pencegahan paling efektif, serta membiasakan makan makanan segar.
Ia pun menyarankan, agar menghindari rokok termasuk paparan asap rokok dari perokok aktif yang sering tidak disadari dan kurang diperhatikan para perokok pasif, serta menghindari minuman beralkohol.
Ia mengatakan, angka penderita kanker di kabupaten itu tergolong tinggi. Jika dideret angka, kasusnya ada di kisaran angka 4 hingga 5.
Khusus kanker vulva yang diderita seorang bocah usia 7,5 tahun, di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Putri Adelia Lamuda, Taufik menyarankan agar pihak keluarga kembali menyeriusi tahapan pengobatannya.
"Jika didiamkan di rumah akan sulit mendapatkan penanganan lebih intensif, temasuk menyulitkan proses penyembuhannya," ucapnya.
Ia mengimbau, masyarakat yang terdeteksi mengidap kanker, agar tidak berdiam diri di rumah, untuk memudahkan pengobatan sedini mungkin.
Menurut dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Siddiki, Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo itu, faktor presdisposisi kanker, potensial terjadi akibat infeksi, bahan kimia, makanan dan paparan sinar ultraviolet.
Termasuk paparan asap rokok yang diketahui pun cukup banyak memicu kanker.
Beberapa antisipasi dapat dilakukan kata Taufik, yaitu melalui vaksin HPV (human papillomavirus) merupakan cara pencegahan paling efektif, serta membiasakan makan makanan segar.
Ia pun menyarankan, agar menghindari rokok termasuk paparan asap rokok dari perokok aktif yang sering tidak disadari dan kurang diperhatikan para perokok pasif, serta menghindari minuman beralkohol.
Ia mengatakan, angka penderita kanker di kabupaten itu tergolong tinggi. Jika dideret angka, kasusnya ada di kisaran angka 4 hingga 5.
Khusus kanker vulva yang diderita seorang bocah usia 7,5 tahun, di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Putri Adelia Lamuda, Taufik menyarankan agar pihak keluarga kembali menyeriusi tahapan pengobatannya.
"Jika didiamkan di rumah akan sulit mendapatkan penanganan lebih intensif, temasuk menyulitkan proses penyembuhannya," ucapnya.
Ia mengimbau, masyarakat yang terdeteksi mengidap kanker, agar tidak berdiam diri di rumah, untuk memudahkan pengobatan sedini mungkin.
Pewarta : Susanti Sako
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020