Arus balik Lebaran lewat darat menurun
Senin, 10 Juni 2019 20:38 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di sekitar kelompok kera hitam sulawesi (macaca tonkeana) pada jalur Trans Sulawesi poros Tawaeli - Toboli di Kawasan Pegunungan Kebun Kopi, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/6/2019). (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)
Palu (ANTARA) - Arus balik Lebaran menggunakan jalur darat dari berbagai kota dalam maupun luar Provinsi Sulawesi Tengah menuju Kota Palu pada hari pertama masuk kerja terlihat menurun drastis dibandingkan dua hari berturut-turut sebelumnya.
Pantauan Antara di Terminal Induk Mamboro Palu, Senin, bus-bus yang tiba maupun diberangkatkan pada hari ini tidak sepadat hari-hari sebelumnya yang sarat penumpang.
"Hari ini arus balik Lebaran yang tiba maupun diberangkatkan menggunakan bus angkutan kota dalam provinsi dan angkutan kota antarprovinsi (AKDP/AKAP) menurun," kata seorang petugas posko angkutan Lebaran di terminal itu.
Petugas yang enggan disebut namanya itu membenarkan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, arus balik pada hari ini terlihat menurun drastis.
Puncak arus balik Lebaran menggunakan transportasi darat terjadi pada hari Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6). Penumpang yang tiba maupun diberangkatkan selama dua hari tersebut cukup padat.
Semua bus AKDP maupun bus AKAP pada dua hari itu penuh. "Tidak ada tempat duduk yang kosong," kata dia. Tetapi pada hari ini, rata-rata bus AKDP/AKAP yang tiba maupun diberangkatkan masih ada kursi yang kosong.
Suasana yang sama juga terlihat di Terminal Induk Tipo yang terletak sekitar 8 km arah barat Kota Palu.
Basri, seorang penumpang asal Palu yang baru saja tiba setelah mudik Lebaran di kampung halamannya di Sulawesi Barat mengatakan bus AKAP yang ditumpanginya selama perjalanan tidak ada kendala atau hambatan.
Dia juga menambahkan tidak semua kursi terisi. Ada dua atau tiga kursi yang kosong.
Namun, selama perjalanan diguyur hujan deras dan sopir terlihat sangat hati-hati memacu kendaraannya karena jalan licin.*
Pantauan Antara di Terminal Induk Mamboro Palu, Senin, bus-bus yang tiba maupun diberangkatkan pada hari ini tidak sepadat hari-hari sebelumnya yang sarat penumpang.
"Hari ini arus balik Lebaran yang tiba maupun diberangkatkan menggunakan bus angkutan kota dalam provinsi dan angkutan kota antarprovinsi (AKDP/AKAP) menurun," kata seorang petugas posko angkutan Lebaran di terminal itu.
Petugas yang enggan disebut namanya itu membenarkan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, arus balik pada hari ini terlihat menurun drastis.
Puncak arus balik Lebaran menggunakan transportasi darat terjadi pada hari Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6). Penumpang yang tiba maupun diberangkatkan selama dua hari tersebut cukup padat.
Semua bus AKDP maupun bus AKAP pada dua hari itu penuh. "Tidak ada tempat duduk yang kosong," kata dia. Tetapi pada hari ini, rata-rata bus AKDP/AKAP yang tiba maupun diberangkatkan masih ada kursi yang kosong.
Suasana yang sama juga terlihat di Terminal Induk Tipo yang terletak sekitar 8 km arah barat Kota Palu.
Basri, seorang penumpang asal Palu yang baru saja tiba setelah mudik Lebaran di kampung halamannya di Sulawesi Barat mengatakan bus AKAP yang ditumpanginya selama perjalanan tidak ada kendala atau hambatan.
Dia juga menambahkan tidak semua kursi terisi. Ada dua atau tiga kursi yang kosong.
Namun, selama perjalanan diguyur hujan deras dan sopir terlihat sangat hati-hati memacu kendaraannya karena jalan licin.*
Pewarta : Anas Masa
Editor : Anas Masa
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelni Palu catat sebanyak 2.888 penumpang pada puncak arus balik Lebaran 2026
27 March 2026 10:03 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020