Pakar: Konsumsi daging berlebihan bisa sembelit
Dolter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mempraktekkan menyembelih dengan cara menenangkan dan menutup mata kambing atau biasa disebut dengan metode hipnotis kepada pedagang hewan kurban musiman di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/8/2019). Cara penyembelihan kambing yang bisa dilakukan hanya dengan satu orang tersebut diharapkan dapat ditularkan pedangan kepada pembeli untuk menjaga cita rasa daging kambing sekaligus solusi kepraktisan proses pemotongan. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.
"Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya," kata Prof Ari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu Ari yang merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menganjurkan masyarakat yang akan mengonsumsi banyak daging kurban pada saat hari raya Idul Adha untuk banyak mengonsumsi sayur-sayuran.
Selain itu, lanjut Arif, konsumsi daging kambing berlebih juga bisa berdampak pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit GERD yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kerongkongan.
"Maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya," kata dia.
Selain itu juga bisa memicu efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam waktu yang lama.
Daging kambing termasuk daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh, dan lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah baik di otak maupun jantung.
Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Namun Ari mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging kurban baik itu sapi atau kambing secara berlebihan.
"Daging kambing dan sapi yang akan menjadi santapan utama hari raya kurban sekali lagi mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita," kata Ari.
Dia mengingatkan agar masyarakat jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sulteng dan Polres salurkan sebanyak 231 ekor hewan kurban pada Idul Adha
06 June 2025 12:50 WIB
Menteri Transmigrasi serahkan dua sapi kurban untuk warga transmigran di Sigi
06 June 2025 12:49 WIB
Huabao Indonesia salurkan 17 hewan kurban untuk delapan desa sekitar lingkar industri
06 June 2025 9:04 WIB
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020