Desain Museum Keris Solo Segera Jadi
Sabtu, 4 Mei 2013 14:06 WIB
Keris sedang dipamerkan (ANTARA)
Solo (antarasulteng.com) - Pemerintah Kota Surakarta mengharapkan penyusunan desain teknik secara detail atas rencana pembangunan Museum Keris di lahan eks-Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan selesai akhir Mei 2013.
Kepala Bidang Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Pemkot Surakarta Mufti Raharjo di Solo, Sabtu, mengatakan berbagai usulan masyarakat tentang rancang bangun museum itu, termasuk opsi menganulir pengadopsian karakter Candi Sukuh, akan ditampung.
"Bentuk Candi Sukuh belum tentu akan diaplikasikan ke Museum Keris. Adanya karakter candi sengaja ditampilkan dalam pemaparan karena memang membutuhkan gambaran awal konsep bangunan," katanya.
Saat uji publik Detail Engineering Design (DED) Museum Keris, Rabu (1/5), audiens mengusulkan pemakaian karakter bangunan Jawa.
Pengadopsian arsitektur Candi Sukuh yang diakulturasi dengan bangunan kolonial dinilai tidak mencerminkan museum tersebut.
Ia mengemukakan usulan tersebut masih bisa terakomodasi melalui revisi DED.
Ia menyebut penyajian DED tersebut belum final.
"Saat ini masih 50 persen jadi, dan belum menyentuh fisik bangunan. Usulan-usulan masyarakat menjadi pertimbangan. Masih ada waktu sampai akhir Mei untuk merampungkan DED," katanya.
Kepala Bidang Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Pemkot Surakarta Mufti Raharjo di Solo, Sabtu, mengatakan berbagai usulan masyarakat tentang rancang bangun museum itu, termasuk opsi menganulir pengadopsian karakter Candi Sukuh, akan ditampung.
"Bentuk Candi Sukuh belum tentu akan diaplikasikan ke Museum Keris. Adanya karakter candi sengaja ditampilkan dalam pemaparan karena memang membutuhkan gambaran awal konsep bangunan," katanya.
Saat uji publik Detail Engineering Design (DED) Museum Keris, Rabu (1/5), audiens mengusulkan pemakaian karakter bangunan Jawa.
Pengadopsian arsitektur Candi Sukuh yang diakulturasi dengan bangunan kolonial dinilai tidak mencerminkan museum tersebut.
Ia mengemukakan usulan tersebut masih bisa terakomodasi melalui revisi DED.
Ia menyebut penyajian DED tersebut belum final.
"Saat ini masih 50 persen jadi, dan belum menyentuh fisik bangunan. Usulan-usulan masyarakat menjadi pertimbangan. Masih ada waktu sampai akhir Mei untuk merampungkan DED," katanya.
Pewarta : Joko Widodo
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Kebudayaan dorong situs megalitik Watunonju Sigi jadi museum terbuka
30 December 2025 18:37 WIB
366 helai batik jadi koleksi museum antropologi terbesar di Austria
28 September 2024 15:14 WIB, 2024
PON 2024, selebrasi untuk sukses bangkit dari tsunami 20 tahun lalu
09 September 2024 7:23 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020