Pemkab Sigi akan buka akses ke wilayah-wilayah terisolir
Kamis, 9 Januari 2020 19:30 WIB
Operator mengoperasikan alat berat untuk mengeruk material yang menutupi jalur sungai usai banjir bandang di Desa Poi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (9/12/2019). Sejumlah alat berat dikerahkan pasca banjir bandang yang melanda desa tersebut pada Minggu (8/12/2019) untuk melakukan normalisasi sungai dan jalan yang tertutup material. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama. (ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH)
Palu (ANTARA) - Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohammad Irwan Lapata mengatakan pemerintah daerah akan membuka akses jalan menuju wilayah-wilayah terisolir di daerah itu guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
"Pembangunan harus dirasakan semua masyarakat, termasuk yang hingga kini masih belum mendapatkan akses jalan memadai," katanya di hadapan masyarakat Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Kamis.
Bupati Irwan mengatakan pemerintah dipastikan menyiapkan infrastruktur secara memadai agar pendapatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat dari sebelumnya.
Pemkab Sigi, kata dia, beberapa tahun terakhir dan ke depan akan membuka akses jalan menuju desa-desa terisolir yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sigi.
Dia mengaku masih banyak desa yang belum terjangkau pembangunan baik infrastruktur jalan, maupun listrik dan jaringan telekomunikasi.
Namun, ada juga wilayah yang sudah dibangun listrik, tetapi diterjang gempabumi sehingga harus dibangun kembali.
"Pembangunan kembali tentu membutuhkan dana dan waktu yang cukup lama," katanya.
Baca juga: Pemkab Sigi bantu mesin pertanian ke petani
Di Kecamatan Lindu, salah satu dari sejumlah wilayah yang belum juga menikmati penerangan listrik secara kontinyu seperti halnya di wilayah lainnya yang sudah menikmati infranstruktur yang memadai.
Di Lindu, kata bupati, sebenarnya listrik sudah sempat menyala, tetapi karena gempa bumi 7,4 SR yang mengguncang tiga wilayah yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi pada 28 September 2018, hingga kini listrik di kecamatan tersebut belum juga menyala, sebab banyak tiang dan jaringan yang roboh dan putus diterjang gempa bumi.
Namun, pemerintah bersama PT PLN di daerah ini terus berupaya untuk memperbaiki kembali agar pasokan listrik di Kecamatan Lindu bisa kembali normal.
"KIta tetap berupaya untuk menerangi semua desa yang selama ini masih belum terjangkau listrik PLN," kata Irwan.
Baca juga: Pemkab andalkan pertanian bangkitkan ekonomi masyarakat Sigi
Menurut dia, akses jalan di wilayah-wilayah terisolir mendapat perhatian dan prioritas dari pemerintah daerah, sebab hal itu akan mempermudah dan memperlancar pemasaran terhadap hasil-hasil tani masyarakat setempat.
"Kalau akses jalannya sudah ada, terus listrik dan telekomunikasi juga ada, niscaya tingkat perekonomian masyarakat akan semakin meningkat," kata bupati.
"Pembangunan harus dirasakan semua masyarakat, termasuk yang hingga kini masih belum mendapatkan akses jalan memadai," katanya di hadapan masyarakat Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Kamis.
Bupati Irwan mengatakan pemerintah dipastikan menyiapkan infrastruktur secara memadai agar pendapatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat dari sebelumnya.
Pemkab Sigi, kata dia, beberapa tahun terakhir dan ke depan akan membuka akses jalan menuju desa-desa terisolir yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sigi.
Dia mengaku masih banyak desa yang belum terjangkau pembangunan baik infrastruktur jalan, maupun listrik dan jaringan telekomunikasi.
Namun, ada juga wilayah yang sudah dibangun listrik, tetapi diterjang gempabumi sehingga harus dibangun kembali.
"Pembangunan kembali tentu membutuhkan dana dan waktu yang cukup lama," katanya.
Baca juga: Pemkab Sigi bantu mesin pertanian ke petani
Di Kecamatan Lindu, salah satu dari sejumlah wilayah yang belum juga menikmati penerangan listrik secara kontinyu seperti halnya di wilayah lainnya yang sudah menikmati infranstruktur yang memadai.
Di Lindu, kata bupati, sebenarnya listrik sudah sempat menyala, tetapi karena gempa bumi 7,4 SR yang mengguncang tiga wilayah yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi pada 28 September 2018, hingga kini listrik di kecamatan tersebut belum juga menyala, sebab banyak tiang dan jaringan yang roboh dan putus diterjang gempa bumi.
Namun, pemerintah bersama PT PLN di daerah ini terus berupaya untuk memperbaiki kembali agar pasokan listrik di Kecamatan Lindu bisa kembali normal.
"KIta tetap berupaya untuk menerangi semua desa yang selama ini masih belum terjangkau listrik PLN," kata Irwan.
Baca juga: Pemkab andalkan pertanian bangkitkan ekonomi masyarakat Sigi
Menurut dia, akses jalan di wilayah-wilayah terisolir mendapat perhatian dan prioritas dari pemerintah daerah, sebab hal itu akan mempermudah dan memperlancar pemasaran terhadap hasil-hasil tani masyarakat setempat.
"Kalau akses jalannya sudah ada, terus listrik dan telekomunikasi juga ada, niscaya tingkat perekonomian masyarakat akan semakin meningkat," kata bupati.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RSUD Torabelo Kabupaten Sigi perkuat kecepatan digitalisasi layanan kesehatan
11 February 2026 14:32 WIB
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020