
Miniatur Hati Manusia Tumbuh di Tikus

Jakarta (antarasulteng.com) - Para peneliti membuat "tunas hati" dari sel punca manusia dan mencangkokkannya pada tikus untuk mengembalikan fungsi hatinya.
Takanori Takebe, ahli biologi sel punca di Yokohama City University, Jepang, yang memimpin studi itu yakin bahwa ini pertama kali orang membuat organ solid menggunakan induksi sel punca pluripotent yang dibuat dengan memprogram ulang sel-sel kulit matang menjadi satu keadaan serupa embrio.
Tunas hati berukuran lintang mendekati empat mm itu memberikan peluang keselamatan bagi tikus dengan kegagalan fungsi hati, demikian laporan para peneliti dalam jurnal Nature edisi pekan ini.
Struktur transplantasi itu memulihkan serangkaian fungsi hati seperti mengeluarkan protein hati spesifik dan menghasilkan metabolit spesifik pada manusia.
Tunas-tunas itu juga dengan cepat tersambung dengan pembuluh darah terdekat dan terus tumbuh setelah transplantasi.
Namun, menurut Tanabe, masih butuh bertahun-tahun lagi untuk menguji apakah tunas-tunas hati bisa membantu pasien dengan kegagalan fungsi hati.
Selain kebutuhan percobaan yang lebih lama pada binatang, katanya, saat ini belum memungkinkan untuk membuat tunas hati dalam jumlah memadai untuk transplantasi manusia.
Dalam penelitian terbaru, Takebe melakukan operasi untuk mentransplantasikan tunashat pada lokasi di cranium atau abdomen.
Pada masa mendatang, Takebe berharap bisa membuat tunas hati yang cukup kecil untuk dimasukkan melalui urat nadi ke tubuh tikus, dan pada akhirnya ke manusia.
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
