
JK: Pengalaman Diaspora Bisa Digunakan Penetrasi
Selasa, 20 Agustus 2013 15:41 WIB

Jakarta, (antarasulteng.com) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pengalaman diaspora Indonesia di luar negeri bisa digunakan penetrasi di dalam negeri seperti di bidang bisnis dan teknologi.
"Kita butuh pengalaman mereka (diaspora) di bidang bisnis dan teknologi yang bisa menjadi penetrasi ke dalam," katanya setelah diskusi terkait rangkaian Kongres Diaspora Indonesia kedua di Jakarta, Selasa.
Dia mencontohkan awal kemajuan China, karena banyak investasi diaspora negara tersebut dibawa masuk ke dalam negerinya.
JK menilai pemerintah Indonesia mampu melakukan hal tersebut dan penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia kedua merupakan langkah yang baik untuk mengawalinya.
"Tentu perlu pembelajaran dari beberapa negara yang sudah menjalankan diaspora seperti India dan Filipina," ujarnya.
Selain itu, dia menyarankan agar pemerintah memberikan dwi kewarganegaran secara selektif untuk memudahkan mobilisasi masyarakat.
Dalam bidang budaya, menurut dia, keberhasilan diaspora di luar negeri dapat terlihat dari penetrasi budaya di negara mereka tinggal. Untuk itu dia mengatakan masyarakat Indonesia jangan salah persepsi terkait penetrasi yang dilakukan diaspora tersebut.
Kongres Diaspora Indonesia kedua berlangsung di Jakarta Convention Center dari 18-20 Agustus. Tema kegiatan tersebut adalah "The Power of Harmony in Diversity: Unleashed Worldwide"
Pembahasan Task Force pada kongres kedua tersebut melibatkan diaspora Indonesia dari belahan dunia yang membahas berbagai topik dan merumuskan rekomendasi kebijakan.
Topik-topik tersebut antara lain pendidikan, energi, kota layak huni, kuliner Indonesia, bisnis dan investasi, dan kedirgantaraan Indonesia.
Task Force akan difokuskan pada berbagai isu terkait dengan pendekatan praktis dan komprehensif melalui kemitraan dengan kementerian maupun pemangku kepentingan terkait.
Selain Task Force, juga diselenggarakan sembilan Forum Publik, seperti menduniakan pencak silat, forum pemuda, dan menduniakan budaya.
Penutupan kongres direncanakan dihadiri Presiden ketiga RI B.J Habibie dan Menteri Perekonomian Indonesia Hatta Radjasa tersebut pada Selasa (20/8) pukul 17.00 WIB.
Selain itu, dalam penutupan tersebut akan dipaparkan mengenai laporan gugus tugas dan hasil kongres itu.(SKD)
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
