
KNPI Palu: Pemuda Harus Jadi Pencegah Konflik

Pemuda juga harus menjadi teladan dalam jejaring kepemudaan antaretnis...
Palu, (antarasulteng.com) - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palu Ruslan Sangadji menyatakan pemuda di wilayahnya harus bisa menjadi pencegah konflik horizontal.
"Pemuda juga harus menjadi teladan dalam jejaring kepemudaan antaretnis," kata Ruslan saat dimintai tanggapan soal Hari Sumpah Pemuda ke-85 di Palu, Senin.
Pria yang akrab disapa Ochan ini menilai
perdamaian merupakan sesuatu yang mutlak di Kota Palu dan di Provinsi Sulawesi Tengah secara umum mengingat daerah ini baru berkembang.
Dia mengatakan, sebagian besar warga merasa perihatin atas berbagai peristiwa bentrok antarwaga yang melanda Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. "Atas alasan apapun, kekerasan tidak bisa dibenarkan," tegasnya.
Ochan mengajak para pemuda di daerah ini, harus bersama-sama mengambil inisiatif serta menjadi pelopor perdamaian.
"Pemuda harus berperan karena peran strategis pemuda sangat menentukan ke mana arah tujuan daerah ini," ujarnya.
Untuk itu, katanya, berbagai tindakan positif harus dilakukan agar para pemuda bisa menghayati perannya sebagai teladan perdamaian.
Generasi muda juga harus tampil terdepan dan menjadi pelopor dari gerakan perdamaian.
Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan generasi muda dalam memelopori semangat perdamaian, seperti mengedepankan semangat toleransi serta mengerjakan hal-hal positif.
Dia juga meminta generasi muda untuk menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab, supaya yang diperbuat bisa berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Mengenai penyelesaian konflik, KNPI Kota Palu telah melakukan pertemuan damai antarpemuda di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini. Pertemuan itu telah dilaksanakan awal 2013, dengan mempertemukan pemuda dari Kelurahan Nunu, Kelurahan Tavanjuka, Kelurahan Pengawu, Kelurahan Duyu, Kelurahan Tawaili, Kelurahan Lambara dan Kelurahan Baiya.
Dalam pertemuan damai itu, para pemuda di daerah konflik itu telah menandatangani kesepakatan damai.
Namun ia menyayangkan bentrok antarwarga masih kerap terjadi karena tidak diikuti dengan pembinaan kontinyu, termasuk pembinaan berwirausaha bagi pemuda.
Olehnya pada 2 November 2013, KNPI Kota Palu akan menggelar Seminar Wira Usaha Pemuda dengan melibatkan pemuda potensi dari 43 kelurahan dan organisasi kepemudaan se-Kota Palu. Seminar itu akan menghadirkan Wali Kota Palu, Pimpinan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).(skd)
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
