
Wamen ESDM Meninggal Dunia Saat Daki Gunung

......Widjajono yang dikenal suka berpetualang mendaki gunung, semenjak kuliah dikenal suka mendaki gunung dan ikut dalam organisasi pecinta alam di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, diduga kelelahan sehingga lemas dan kritis, hingga menghembuska
Jakarta, 21/4 (ANTARA Sulteng) - Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo meninggal dunia saat mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, kata Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, Susyanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Ia belum mengetahui persis penyebab meninggalnya Widjajono yang dikenal gemar mendaki gunung.
"Tapi, beliau dikabarkan sesak dan kemungkinan karena jantung," ujarnya.
Kepala Kantor SAR Mataram Marsudi, yang dihubungi dari Mataram mengatakan, jenazah Widjajono dievakuasi dari ketinggian sekitar 2.500 meter atau hampir mencapai puncak.
Gunung Tambora memiliki tinggi 2.815 meter dari permukaan laut, terletak di wilayah Kabupaten Dompu dan Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Marsudi mengatakan, Widjajono telah menghembuskan napas terakhir saat tim evakuasi tiba di lokasi, sekitar pukul 15.00 Wita, sehingga langsung dibawa ke lokasi pendaratan helikopter di kaki Gunung Tambora.
Jenazah Widjajono diterbangkan dengan helikopter PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke daerah evakuasi Newmont. Direncanakan akan segera dibawa ke Denpasar, untuk selanjutnya menggunakan pesawat terbang menuju Jakarta.
Widjajono sedang kritis saat melakukan pendakian. Proses evakuasi melalui jalur udara terkendala kabut tebal.
Setelah dicoba berkali-kali, akhirnya helikopter dapat mendarat di kaki Gunung Tambora, lalu tim evakuasi berjalan kaki ke posisi Widjajono berada.
Diperkirakan, Widjajono dan rekan-rekannya melakukan pendakian sejak 19 April dan baru mencapai Pos III, pada ketinggian sekitar 2.500 meter dari permukaan laut.
Widjajono yang dikenal suka berpetualang mendaki gunung, semenjak kuliah dikenal suka mendaki gunung dan ikut dalam organisasi pecinta alam di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, diduga kelelahan sehingga lemas dan kritis, hingga menghembuskan napas terakhirnya. (ANT)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
