
Dolar Turun Terhadap EURO

New York,(Antarasulteng.com) - Laporan pekerjaan AS yang mengecewakan untuk Januari mengirim kurs dolar melemah terhadap euro pada Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi keduanya lebih tinggi terhadap yen.
Laporan AS, yang menunjukkan hanya menambahkan 113.000 pekerjaan pada bulan lalu terhadap harapan sekitar 175.000, memicu kekhawatiran kemerosotan dalam perekonomian, datang setelah angka suram pada Desember.
Itu mengangkat spekulasi bahwa Federal Reserve bisa memperlambat laju programnya untuk mengurangi dan segera mengakhiri program stimulus pembelian obligasinya yang besar, yang telah memompa uang murah ke dalam ekonomi AS dan global selama tiga tahun.
Pada 22.00 GMT (Sabtu, 05.00 WIB), euro berada di 1,3637 dolar, naik dari 1,3591 dolar pada Kamis sore, menutup keuntungan stabil seminggu terhadap greenback.
Dolar juga melemah terhadap pound Inggris, pound bergerak menjadi 1,6407 dolar dari 1,6323 dolar.
laporan pekerjaan AS yang mengecewakan pada Jumat kontras dengan Bank Sentral Eropa (ECB) yang kokoh mempertahankan kebijakan suku bunganya pada Kamis, karena ketua bank sentral Mario Draghi menolak
pembicaraan luas ancaman deflasi.
David Song dari DailyFX mengatakan dolar menghadapi spekulasi yang berkembang bahwa pembuat kebijakan Federal Reserve "mungkin mengambil pendekatan yang kurang agresif dalam menormalisasi kebijakan moneternya" setelah angka pekerjaan mengecewakan.
"Kita mungkin melihat bank sentral menerapkan sentuhan lebih lembut pada panduan ke depannya atau bahkan memilih serangkaian pengurangan program pembelian aset yang lebih kecil ketika Janet Yellen mengambil pucuk pimpinan (The Fed)."(Antara/AFP)
Penerjemah :A Suhendar
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2026
