Logo Header Antaranews Sulteng

Mengamankan Naskah UN

Sabtu, 3 Mei 2014 15:09 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)

Palu, (antarasulteng.com) - Malam itu jarum jam sudah menunjukan pukul 03.00WITA, suasana di di sekolah SMPN 2 Palu tampak sedikit ramai tidak seperti hari-hari sebelumnya sepi.

Ada sejumlah guru dan aparat kepolisian dari Polres Palu yang berjaga-jaga di depan sebuah ruangan khusus di SMPN 2 Palu pada Jumat malam (2/5).

Pantas jika ruangan itu dijaga ketat. Rupa-rupanya ruangan tersebut merupakan tempat penyimpanan dokumen negara berupa naskah Ujian Nasional (UN) SMP/MTs dan SMP-LB (SMP-Luar Biasa).

Diantara sejumlah petugas yang mengamankan naskah UN, terlihat pula seorang lelaki duduk di bawah pohon sambil mengisap sebatang rokok.

Sesekali, pria itu melihat jarum jam ditangannya. Tiba-tiba salah seorang guru menghampiri pria itu dan berkata: "Bapak bisa pulang, biar kami yang akan menemani petugas menjaga naskah UN ini," kata guru yang enggan disebutkan namanya itu.

"Nanti sedikit waktu lagi baru saya pulang", kata pria yang bernama Arsid Nurdin, Kepala SMPN 2 Palu.

Selain kepala sekolah, Arsid juga adalah Ketua Musayawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) merangkap Ketua Panitia Pelaksanaan UN tingkat SMP dan sederajat untuk subrayon 2 Palu.

Sangatlah pantas jika ia ikut bergadang menjaga naskah UN. "Ini merupakan tanggung jawab besar karena menyangkut dokumen negara," katanya.

Demi mengamankan naskah UN jangan sampai ada yang tercecer atau bocor, makanya ia rela untuk ikut bergadang bersama sejumlah aparat.

Masalahnya, naskah UN sangat rawan bocor, apalagi soal Bahasa Indonesia yang akan diujikan pada hari pertama 5 Mei 2014 sempat direvisi kembali karena satu dan lain hal.

"Ini yang saya takutkan. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan untuk membocorkan soal," kata Arsid.

Karena itu, pengawasan dan pengamanan naskah sangat ketat dilakukannya.

Mantan Kepala SMPN 9 Palu itu juga mengatakan naskah UN tersebut sudah didistribusikan dari rayon ke subrayon SMPN 2 Palu sejak Jumat (3/5) sekitar pukul 15.00WITA.

Naskah UN yang diterima subrayon 2 Palu sebanyak 11 dos untuk sejumlah mata pelajaran utama yang akan diujikan.

Begitu naskah tiba, pihak pantia penyelenggara langsung melakukan sortir untuk memastikan apakah naskah sudah lengkap sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan atau tidak.

"Tidak ada satupun naskah UN yang kurang. Jumlahnya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan," kata dia.


Teliti isi LJK


Arsid juga mengimbau para siswa peserta untuk teliti dalam mengisi lembar jawaban komputer (LJK) karena jika keliru bisa merugikan diri sendiri.

"Saya minta adik-adik tidak terburu-buru mengisi LJK agar tidak sampai keliru," katanya.

Ia mengatakan jika keliru dalam mengisi LJK bisa fatal Salah satu penyebab beberapa waktu lalu ada beberapa siswa yang tidak lulus UN setelah dievaluasi hanya gara-gara pengisian LJK yang tidak benar.

Misalkan nama siswa bersangkutan adalah Sarifudin, tetapi diisi dalam LJK yakni Safrudin. Jelas itu sudah keliru sehingga tidak bisa diakses.

Menurut dia, ini hal yang sepele saja, tetapi terkadang hal sepele justru dampaknya besar bagi siswa.

"Inilah salah satu yang menyebabkan siswa tidak lulus, padahal siswa itu di sekolah termasuk pintar," ujarnya.

Karenanya, siswa memperhatikan dan mengisi LJK dengan teliti agar tidak menimbulkan masalah yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

Guna mengantisipasinya, kata Arsid telah melaksanakan uji coba baik secara bersama-sama seluruh SMP dan sekolah sederajat di Kota Palu maupun di setiap sekolah.

Uji coba bukan saja mengerjakan soal-soal yang diujikan, tetapi juga bagaimana mengisi LJK dengan benar. "Ini sudah kami lakukan, termasuk juga di SMPN 2 Palu," katanya.

Dia berharap dengan uji coba tersebut, diharapkan pada saat UN tingkat SMP dan sederajat berlangsung dari 5-8 Mei 2014, tidak ada lagi ditemukan siswa yang keliru mengisi LJK.

Khusus SMPN 2 Palu yang selama ini merupakan salah satu sekolah unggulan di Provinsi Sulteng selain manargetkan 100 lulus, juga nilainya bagus supaya ketika melanjutkan sekolah ke SMA di dalam maupun luar Sulteng bisa diterima di sekolah-sekolah favorit.

Nilai hasil UN harus tinggi supaya bisa masuk SMA unggulan. Karena penerimaan siswa di sekolah unggulan juga dilihat dari NEM (nilai evaluasi murni).


Dikawal Petugas

Sementara Kepala Seksi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Pengajaran Palu, Agussalim Abdullah mengatakan naskah ujian nasional SMP dan sederajat sudah didistribusikan ke sekolah tempat penyelenggara ujian.

"Sejak Jumat (2/5), semua naskah UN telah didistribusikan ke masing-masing sub rayon (sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana ujian)," katanya.

Ia mengatakan pendistribusian naskah dari rayon ke sub rayon mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.

Begitu pula selama naskah berada di sub rayon, tetap mendapat pengawasan dan pengamanan dari aparat. "Ada empat petugas dari Polres Palu yang akan mengamankan naskah di masing-masing sub rayon," katanya.

Menurut dia, tidak ada lagi masalah menyangkut naskah UN.

"Pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs dan SMP-LB di Kota Palu dijamin berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pada 5-8 Mei 2014," katanya.

Agussalim juga mengatakan tempat pelaksanaan UN dibagi dalam 10 sub rayon, dan setiap sub rayon ada beberapa sekolah negeri dan swasta yang siswanya ikut bergabung.

Sementara, sistem pengawasan UN tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni sistem silang. Artinya guru yang akan mengawas diambil dari sekolah lain.

Pemkot Palu berharap tingkat kelulusan UN bisa mencapai 100 persen atau paling tidak lebih baik dari sebelumnya.

Data di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) setempat menyebutkan jumlah peserta UN SMP/MTs dan juga termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) di Palu pada 2014 sebanyak 6.221 siswa.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026