Logo Header Antaranews Sulteng

Mahasiswa Palu Bentuk Posko Penolakan UU

Rabu, 8 Oktober 2014 15:43 WIB
Image Print
Polisi mengamankan salah seorang mahasiswa saat terjadi kericuhan dengan aparat saat berdemo di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (30/9). Aksi ratusan mahasiswa itu untuk menolak UU Pilkada yang menetapkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/Asf/mes
Ini yang kami kehendaki. Kedaulatan sebesar-besarnya berada di tangan rakyat, bukan diwakili," kata Zein.

Palu (antarasulteng.com) - Pelajar yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Tengah mendirikan Posko Penolakan UU Pilkada dalam serangkaian unjuk rasa di Kota Palu, Rabu.

Koordinator aksi Muhammad Zein mengatakan posko yang didirikan di depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah itu akan menggalang tanda tangan dan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk menolak UU Pilkada yang telah disahkan DPR RI pada 25 September 2014.

Di posko tersebut, terdapat dua mahasiswa yang duduk dan tiduran di atas tikar yang digelar di trotoar. Posko tersebut akan berlangsung selama satu minggu.

Di samping posko yang berada di pinggir Jalan Samratulangi tersebut terpasang bendera LMND Sulawesi Tengah berwarna. merah yang berkibar tertiup angin.

Sebelumnya, puluhan peserta aksi menyampaikan orasi di halaman Kantor DPRD Sulawesi Tengah dan mengecam wakil rakyat yang dinilai tidak bisa menyampaikan aspirasi rakyat.

Mahasiswa meminta hak demokrasi rakyat dikembalikan agar bisa memilih pemimpin secara langsung.

"Ini yang kami kehendaki. Kedaulatan sebesar-besarnya berada di tangan rakyat, bukan diwakili," kata Zein.

Pada saat bersamaan puluhan pelajar dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Palu juga menggelar aksi serupa.

Para mahasiswa kemudian bergabung dan melakukan orasi bergantian.

Peserta aksi kemudian ditemui sejumlah anggota DPRD Sulawesi Tengah, dan akhirnya melakukan dialog.

Aksi yang berlangsung tertib itu berakhir usai dialog. Peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan kawalan polisi.

Beberapa hari sebelumnya, aksi penolakan UU Pilkada di Kota Palu berlangsung ricuh. Sejumlah mahasiswa terluka terkena pukulan polisi, sementara itu beberapa aparat juga terluka terkena lemparan batu yang berasal dari kerumunan mahasiswa. (R026)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026