
Sail Tomini Aman Dari Aksi Terorisme

Semua pengunjung Sail Tomini baik dari dalam maupun luar negeri, tidak perlu takut dengan aksi-aksi terorisme, kata Novia Jaya.
Parigi, Sulteng (antarasulteng.com) - Kapolres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, AKBP Novia Jaya mengatakan bahwa seluruh kegiatan Sail Tomini 2015 aman dari ancaman para teroris yang pernah beraktivitas bahkan tertembak mati di kawasan hutan di daerah itu.
"Semua pengunjung Sail Tomini baik dari dalam maupun luar negeri, tidak perlu takut dengan aksi-aksi terorisme. Kita sudah melakukan antisipasi dan operasi secara terus menerus," katanya di Parigi, Rabu, di sela rapat panitia Sail Tomini yang dipimpin Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai.
Kabupaten Parigi Moutong ditetapkan menjadi tuan rumah pelaksanaan Sail Tomini 2015 yang puncak acaranya akan digelar 19 September 2015 di Pantai Kayubura, Kelurahan Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, dan dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo, para menteri serta sejumlah duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat.
Diperkirakan sedikitnya 10.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri akan datang ke Kabupaten Parigi Morutong selama kegiatan Sail Tomini ini.
Kapolres Novia Jaya mengakui bahwa aksi terorisme merupakan salah satu potensi gangguan keamanan menghadapi perhelatan bahari tingkat internasional tersebut, namun hal itu sudah ditangani dengan sangat baik.
"Soal terorisme sudah diatasi. Mabes Polri dan Polda Sulteng telah melaksanakan Operasi Camar Maleo I sejak awal 2015 dan berlanjut sampai saat ini dengan Operasi Camar Maleo II, untuk memburu kelompok-kelompok sipil bersenjata tersebut," ujarnya.
Pada 3 April 2015, personel operasi Camar Maleo I berhasil menembak mati Sabar Subagyo alias Daeng Koro, gembong teroris Poso, dalam baku tembak di Pegunungan Sakinah Jaya, Kabupaten Parigi Moutong. Sehari kemudian, aparat Polsek Parigi Utara menembak mati salah seorang pengikut Daeng Koro bernama Imam alias Farid di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara.
Novia Jaya menyebutkan, hingga saat ini tidak pernah terlihat lagi ada aktivitas para teroris di daerah Parigi Moutong. "Ini semua berkat kerja sama masyarakat yang aktif menjaga keamaan daerah masing-masing," ujarnya.
Pihaknya juga terus menghimbau warga, terutama yang tinggal di lereng-lereng pegunungan untuk segera melapor bila melihat ada orang mencurigakan berada di kawasan itu. Foto-foto buronan anggota kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso yang beraktivitas di Poso dan parigi Moutong sudah disebar ke seluruh wilayah.
Menurut Kapolres, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengerahkan dua pertiga anggotanya atau sekitar 400 orang untuk melakukan pengamanan khusus menjelang Sail Tomini dengan mengedepankan kegiatan pembinaan kemasyarakatan (binmas).
"Kasus yang menonjol di sini adalah penganiayaan dan perkelahian antarwarga (pemuda), karena itu kami terus melakukan antisipasi lewat kegiatan binmas dan operasi penegakkan hukum agar situasi tetap kondusif hingga puncak acara Sail Tomini pada 19 September 2015 nanti," ujarnya. (R007)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
