Logo Header Antaranews Sulteng

Perekonomian Sulteng Berputar Dengan Sail Tomini 2015

Jumat, 18 September 2015 15:01 WIB
Image Print
Logo Sail Tomini 2015 (Antarasulteng.com/KKP)
Kami berharap pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya

Palu, (antarasulteng.com) - Penyelenggaraan kegiatan nasional bahkan internasional di suatu daerah selalu membawa dampak positif bagi perekonomian setempat, tak terkecuali penyelenggaraan "Sail Tomini 2015" yang berpuncak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Tidak tanggung-tanggung, Sekretariat Sail Tomini 2015 melaporkan bahwa kegiatan tersebut telah mengundang lebih dari 10.000 orang ke Parigi Moutong.

Kedatangan para tamu itu tentu saja membawa dampak bagi perekonomian, tidak hanya bagi Parigi Moutong, tetapi juga daerah-daerah di sekitarnya.

Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Kota Palu merupakan pintu gerbang pertama bagi para tamu yang melalui jalur udara. Sebelum menuju Parigi Moutong, bisa dipastikan akan ada tamu yang menginap di beberapa hotel Kota Palu.

Para pemilik persewaan mobil pun bisa panen karena dari Palu menuju Parigi Moutong harus melalui jalur darat. Belum lagi para penjual makanan karena setiap tamu tentu memerlukan makanan.

Jalur darat menuju Parigi Moutong dari Palu melewati Kabupaten Donggala yang terkenal dengan sapinya. Masyarakat di Kabupaten Donggala yang ada di jalur Trans-Sulawesi pun ikut menikmati perputaran ekonomi dari para tamu yang lewat.

Tidak hanya itu, masyarakat Kabupaten Donggala juga menikmati perbaikan infrastruktur baik jalan maupun jaringan komunikasi. Sebab, untuk mendukung Sail Tomini 2015, operator seluler milik perusahaan BUMN menambah jumlah "Base Transceiver Station" (BTS).

Yang paling diuntungkan dalam penyelenggaraan Sail Tomini 2015 tentu saja adalah masyarakat Parigi Moutong selaku tuan rumah. Hotel, penginapan bahkan "homestay" dipenuhi oleh tamu.

"Sejak akhir Agustus kami sudah penuh dipesan, apalagi kami menerapkan sistem deposit," ungkap pemilik hotel dan kafe Lebo Beach Merlin S Andi (41) di Parigi.

Merlin mengatakan hotelnya memiliki 13 kamar dan seluruhnya sudah habis dipesan hingga Minggu (20/9). Di luar penyelenggaraan Sail Tomini, biasanya tingkat hunian hotelnya hanya dua hingga tiga kamar per minggu.

"Kalau ada kegiatan, misalnya, rapat-rapat dari pemerintah daerah biasanya juga ramai karena kami juga menyediakan paket hotel, makanan, dan ruang rapat," tuturnya.

Sementara itu, pemilik hotel dan restoran Grand Mitra Beach Liong Frans mengatakan kamar hotelnya sudah penuh sejak Jumat (11/9). Hotel tersebut memiliki 17 kamar, dan pada hari biasa memiliki tingkat hunian 60 persen.

"Kalau hari biasa, selain wisatawan juga banyak orang lokal yang sedang dalam perjalanan dan perlu beristirahat," ujarnya.

Bukan sesaat

Baik Merlin maupun Frans berharap berputarnya perekonomian di Parigi Moutong tidak berhenti begitu saja setelah Sail Tomini 2015 usai.

Merlin berharap keramaian seperti Sail Tomini bisa diikuti oleh kegiatan-kegiatan lain. Apalagi, sudah ada agenda daerah itu menjadi tuan rumah sejumlah acara tingkat provinsi.

"Acara-acara berikutnya adalah Musabaqah Tilawatil Quran pada 2016 dan Pekan Olahraga Provinsi pada 2017. Jangan sampai hanya Sail Tomini lalu sepi lagi," ucapnya, berharap.

Merlin mengatakan Kabupaten Parigi Moutong memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk pariwisata tidak hanya untuk turis domestik, tetapi juga untuk turis mancanegara.

"Setiap tahun selalu ada turis asing yang menginap di hotel kami karena kami memang bekerja sama dengan hotel lain di Donggala dan biro perjalanan. Harapan kami keramaian yang terjadi tidak hanya saat Sail Tomini saja," harapnya.

Hal senada juga disampaikan Frans. Menurut dia, Sail Tomini 2015 merupakan kegiatan yang bagus untuk menjual dan mempromosikan daerah tersebut.

"Kami berharap perekonomian di Parigi Moutong bisa lebih bagus karena investasi masuk," imbuhnya.

Frans mengatakan Kabupaten Parigi Moutong memiliki banyak potensi wisata bahari yang bisa dikembangkan. Namun, perlu peningkatan kemampuan sumber daya manusia baik pada pemerintah maupun pelaku usaha.

Sebagai pelaku usaha, Frans mengaku siap bekerja sama dan memberikan masukan kepada pemerintah setempat. Apalagi, dia memiliki pengalaman karena pernah melihat penanganan berbagai potensi bahari di daerah lain.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya," tutur Frans yang sudah 14 tahun membuka usaha hotel di Parigi itu.

Sedangkan Merlin menyarankan menyarankan kepada pemerintah untuk mengadakan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat setempat yang terlibat dalam upaya pengembangan potensi pariwisata bahari.

"Masih banyak orang yang terlibat dalam pariwisata memiliki kemampuan yang rendah. Itu tidak bisa disalahkan karena mereka beras dari kampung. Karena itu saya menyarankan pemerintah untuk mengadakan pelatihan. Bila kemampuan mereka meningkat, tentu upah mereka juga lebih tinggi " tukasnya.

Selain sumber daya manusia yang masih rendah, Merlin mengatakan fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata di Parimo juga masih minim. Padahal, sudah cukup banyak wisatawan yang mengunjungi daerah tersebut.
Potensi Daerah

Penyelenggaraan acara puncak Sail Tomini 2015 di Pantai Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, dimeriahkan dengan Pameran Potensi Daerah yang diikuti sejumlah daerah baik dari Sulawesi Tengah maupun dari luar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Abubakar Al Mahdalimengatakan Pameran Potensi Daerah Sail Tomini 2015 diikuti 203 peserta. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pameran serupa pada penyelenggaraan sail sebelumnya.

Menurut Abubakar, acara pameran merupakan kegiatan sampingan dari Sail Tomini 2015. Namun, meskipun merupakan kegiatan sampingan, Pameran Potensi Daerah memiliki peran strategis.

"Bahkan acara puncak Sail Tomini 2015 akan terasa hambar tanpa ada Pameran Potensi Daerah," tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah Sitti Norma Mardjanu berharap pameran tersebut dapat memicu peningkatan perekonomian daerah.

"Pameran ini memiliki arti penting dalam pemasaran produk-produk unggulan. Untuk membangun perekonomian daerah, perlu promosi dan publikasi," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam sambutan pembukaan Pameran Potensi Daerah Sail Tomini 2015 yang dibacakan Plt Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah Deri Djanggola menyatakan kegiatan tersebut momentum untuk mengembangkan pariwisata bahari di Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Puan, Pameran Potensi Daerah bertujuan mempromosikan dan menjual produk-produk kreatif dari masyarakat baik oleh swasta, usaha kecil dan menengah, BUMD maupun BUMN.

Pameran tersebut dapat mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan ekonomi bahari di Kabupaten Parigi Moutong khususnya, dan Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya.

"Sail Tomini dan pameran potensi daerah diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sesuai dengan target pemerintah secara nasional, yaitu 20 juta orang pada 2019 dengan 7,5 juta perjalanan," tuturnya.

Khusus untuk Kabupaten Parigi Moutong, Puan meminta masyarakat dan pemerintah untuk optimis dalam mencari peluang. Sikap optimistis tersebut juga harus disertai dengan inovasi dalam memberdayakan sumber daya yang dimiliki.

"Inovasi harus menghasilkan sesuatu yang orisinal. Tumbuhkan juga sikap produktif disamping inovasi," sebutnya.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026