Logo Header Antaranews Sulteng

Mendekatkan TNI AL-Rakyat Lewat Sail Tomini

Jumat, 18 September 2015 22:09 WIB
Image Print
Sejumlah warga bergiliran memasuki KRI Terapang saat berlabuh di dermaga Parigi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (17/9). TNI AL memberi kesempatan kepada warga untuk melihat dari dekat kapal perang buatan dalam negeri yang akan berparade pada Sail Tomini 2015 di daerah tersebut. ANTARA FOTO/B

Palu, (antarasuleng.com) - Sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Sail Tomini 2015 menjadi semacam pesta bagi para pemangku kepentingan kemaritiman, termasuk TNI Angkatan Laut, untuk mendekatkan diri dengan rakyat.


Setiap perhelatan "sail" selalu diadakan pameran kekuatan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Begitu pula dalam Sail Tomini 2015, TNI Angkatan Laut siap menerjunkan personel-personel dan alutsista untuk berdekatan dengan rakyat.

"Kami menghadirkan kekuatan alutsista supaya masyarakat tahu kondisi alutsista TNI Angkatan Laut yang dibiayai oleh negara," kata Komandan Gugus Tugas Sail Tomini 2015 TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI ING Ariawan.

Pameran kekuatan personel dan alutsista TNI Angkatan Laut akan dilakukan di acara puncak Sail Tomini 2015 di Pantai Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Ariawan mengatakan hal itu untuk menunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut siap dalam setiap operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) dengan alutsista yang dimiliki.

Selain itu, pertunjukan alutsista itu juga merupakan upaya untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Sail Tomini 2015 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di sekitar kegiatan serta mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pada Sail Tomini 2015, TNI Angkatan Laut menerjunkan 28 kapal Republik Indonesia atau KRI. Satu KRI tidak mengikuti "sail" karena melakukan misi kemanusiaan, yaitu pengobatan di Perairan Tinombo.

Sedangkan 27 KRI yang lain akan ikut serta dalam parade "sailing pass" pada acara puncak Sail Tomini 2015 yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (19/9).

KRI tersebut terdiri atas berbagai tipe, yaitu KRI John Lie-358 (PKR Klas MRLF), KRI Oswald Siahaan-354 (PKR Klas Van Speijk) serta KRI Sultan Nuku-373, KRI Cut Nyak Dien-375 dan KRI Sutedi Sena Putra-378 (PKR Klas Pachim).

Selain itu juga ada kapal jenis LPD yaitu KRI Surabaya-591, KRI Dr Suharso-990 dan KRI Makassar-590, serta tipe AT yaitu KRI Teluk Bintuni-520 dan tipe KCR yaitu KRI Mandau-62.

TNI Angkatan Laut juga menurunkan tiga kapal tipe KCR-60 yaitu KRI Sampari-628, KRI Tombak-629 dan KRI Halasan-630 serta KCR-40 yaitu KRI Surik-645, KRI Siwar-646, KRI Parang-647 dan KRI Terapang-648. Kemudian juga ada tiga kapal tipe FPB yaitu KRI Kakap-811, KRI Kerapu-812 dan KRI Tongkol 813.

Selain itu juga ada KRI Pulau Rimau-724 (PR), KRI Tedung Naga-819 (PC-40), KRI Patola-869 (PC-36) dan KRI Sorong-911 (BCM) serta dua kapal layar latih KRI Dewaruci dan KRI Arung Samudra.

Selain KRI, TNI Angkatan Laut juga menerjunkan sembilan pesawat udara, yaitu dua helikopter BO NV411 dan NV412; empat helikopter Bell NV420, NV419, NV418 dan NV410; dua pesawat Cassa U622 dan U63 serta satu pesawat CN235.


Atraksi Terjun Payung


Selain memamerkan kekuatan alutsista, TNI Angkatan Laut juga akan mempertunjukkan kemampuan para personel melalui atraksi pada acara puncak Sail Tomini 2015.

Menurut informasi yang diperoleh dari Posko Gugus Tugas Sail Tomini TNI Angkatan Laut di Parigi, atraksi terjun bebas akan melibatkan 35 prajurit Intai Amfibi (Taifib) TNI Angkatan Laut, 15 penerjun Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara dan 10 penerjun Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut.

Penerjun "free fall" akan turun menuju sasaran yang sudah ditentukan di Pantai Kayu Bura. Diperlukan akurasi dan konsentrasi tinggi supaya penerjun dapat mendarat di titik yang ditentukan.

Selain atraksi "free fall", 10 penerjun gabungan Kopaska dan Taifib juga akan mendemonstrasikan operasi "Rubber Dock". Penerjun akan terjun dari helikopter dengan membawa perahu karet yang dikembangkan di air kemudian merapat ke pantai.

Operasi "Rubber Dock" biasanya dilakukan pada malam hari untuk melakukan infiltrasi ke wilayah musuh melalui jalur laut.

Sedangkan tujuh personel Kopaska juga akan melakukan atraksi "helly water jump", yaitu melompat dari helikopter yang terbang pada ketinggian tujuh meter di atas laut untuk kemudian berenang menuju daratan.

Kapal Perang Asing


Ariawan mengatakan parade "sailing pass" juga akan melibatkan kapal perang negara-negara sahabat yang berpartisipasi dalam Sail Tomini 2015.

Menurut Ariawan, enam kapal perang milik negara-negara sahabat telah memasuki perairan Teluk Tomini pada Selasa (15/9) sore.

Ariawan mengatakan Malaysia mengirimkan dua kapal perang, sedangkan Singapura, Australia, Korea Selatan dan Tiongkok mengirimkan satu kapal perang.

Selain KRI dan kapal perang negara-negara sahabat, parade "sailing pass" juga akan diikuti kapal-kapal pemerintah dari Direktorat Polisi Perairan Mabes Polri, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Kemudian, kapal dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kementerian Kelautan dan Perikanan serta yacht dan perahu tradisional.

Parade "sailing pass" juga akan diikuti 100 kapal layar lokal, 17 kapal ikan, 25 kapal cadik dan 51 yacht.

Sail Tomini 2015 akan terasa lebih istimewa daripada acara serupa sebelumnya karena perhelatan bahari internasional itu akan dihadiri tamu-tamu penting dari negara-negara sahabat.

Para tamu penting itu antara lain para duta besar yang bertugas di Jakarta dan sedikitnya 12 kepala staf angkatan laut negara-negara sahabat yang bergabung dalam tur diplomatik selama tiga hari untuk menyaksikan objek maritim penting di Sulawesi Tengah.

Kehadiran para duta besar negara sahabat dan tamu lainnya disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola di Bandara Mutiara Sis Al Jufri pada Kamis (17/9).

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta masyarakat di daerahnya memberikan yang terbaik untuk para tamu yang datang ke daerah tersebut untuk menghadiri puncak acara Sail Tomini, 19 September 2015.

"Marilah kita menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan yang terbaik untuk tamu-tamu kita," katanya.

Longki mengatakan kehadiran tamu, baik dari daerah lain maupun dari mancanegara diharapkan dapat memotivasi pemerintah dan masyarakat agar berbuat lebih baik lagi untuk kemajuan daerah Sulawesi Tengah.

Menurut Longki, Sail Tomini yang akan dihadiri ribuan undangan tersebut menjadi peluang bagi Sulawesi Tengah memperkenalkan potensi daerahnya di mata internasional.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026