Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov Sulteng minta perusahaan arahkan CSR untuk penanganan stunting

Rabu, 19 Januari 2022 14:27 WIB
Image Print
Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meminta kepada setiap perusahaan yang berinvestasi di provinsi itu, agar mengarahkan dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility atau CSR), untuk penanganan stunting/kekerdilan di wilayah itu.

"Tanggung jawab sosial perusahaan dapat disinergikan dalam penanganan stunting di setiap desa," ungkap Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, di Palu, Rabu.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh, di mana tinggi badan anak tidak berbanding lurus dengan usianya. Stunting juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Perusahaan dapat bekerjasama dengan pemerintah desa melibatkan PKK di tingkat desa, untuk penanganan stunting, lewat strategi pembangunan kualitas hidup keluarga dan kualitas kesehatan rumah tangga.

Gubernur Rusdy Mastura juga meminta kepada OPD terkait, dan pemerintah di tingkat kabupaten dan kota, agar menguatkan komitmennya dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, katanya, program-program yang dimiliki oleh Pemprov Sulteng dan pemerintah kabupaten/kota, agar disinergikan, sehingga penanganan stunting dapat berjalan secara optimal.

"Stunting di Sulteng bisa kita atasi, bila kita memiliki komitmen yang kuat, dan kerja sama yang baik lewat sinergitas program. Stunting harus kita keroyok bersama," kata Rusdy Mastura.

Ia juga mengatakan, penanganan masalah stunting, harus diintervensi berbasis desa. Karena itu, program-program penanganan, harus diarahkan pada lokasi fokus penanganan stunting yang sudah ditetapkan antara lain Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.

Berdasarkan data Status Survei Gizi Indonesia (SSGI) 2021, Sulteng berada diperingkat ke 8 secara nasional, dengan angka stunting tinggi prevelensi sebesar 29,7 persen. Begitu pun dengan angka wasting sebesar 9,4 persen, yang menggiring Sulteng masuk dalam kategori gizi akut kronis.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026