Logo Header Antaranews Sulteng

Endriartono Siap Maju Sebagai Capres

Rabu, 15 Agustus 2012 11:27 WIB
Image Print
Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto (kanan) didampingi sosiolog Imam Prasodjo. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jika kelak rakyat Indonesia menginginkan saya tampil sebagai calon presiden maka saya sebagai putra bangsa tidak elok untuk menolaknya," kata Endriartono

Jakarta - Mantan Penglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto memberikan isyarat siap tampil sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014.

"Jika kelak rakyat Indonesia menginginkan saya tampil sebagai calon presiden dan ada partai politik yang siap mengusung, maka saya sebagai putra bangsa tidak elok untuk menolaknya," kata Endriartono Sutarto pada acara berbuka puasa bersama sekaligus peluncuran websita pribadinya www.endiartonosutarto.web.id, di Jakarta, Selasa malam (14/8).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain, sejumlah tokoh masyarakat, purnawirawan perwira tinggi TNI, maupun pers.

Endriartono menegaskan, jika kelak hasil survei menyimpulkan popularitas dan elektabilitasnya tinggi sehingga ada partai politik yang akan mengusungnya ditambah keinginan masyarakat agar dirinya tampil sebagai calon presiden, ia siap tampil.

"Namun bukan berati saya mencari-cari kesempatan agar tampil sebagai calon presiden, tidak seperti itu," katanya.

Endriartono menyatakan, dirinya menyadari sistem politik di Indonesia tidak memungkinkan tampilnya calon presiden perseorangan, tapi melalui partai politik, sehingga ia akan terus mencermati perkembangan konstalasi politik ke depan.

Komandan Paspampres pada 1997-1998 ini mengakui, dirinya figur independen dan bukanlah anggota salah satu partai politik.

"Hingga saat ini saya sudah komunikasi dengan elite partai politik, tapi baru pembicaraan informal belum sampai pada pembicaraan substansi," katanya.

Menurut dia, kendaraan untuk menuju ke bursa calon presiden hanya melalui partai politik karena itu dirinya akan terus mencermati perkembangan politik ke depan.

"Saya belum bisa menyebutkan sudah berkomunikasi dengan partai politik mana, tapi masih akan terus melihat perkembangan politik ke depan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Endriartono menyatakan, dirinya sering merasa gelisah melihat perkembangan bangsa Indonesia di mana supremasi hukum tidak ditegakkan secara tegas dan cenderung pilih kasih.

Ia juga menilai, kesenjangan masyarakat masih cukup tinggi karena masih banyak rakyat Indonesia yang hidup miskin, meskipun ada satu atau dua orang Indonesia yang tercatat sebagai orang terkaya di Asia.
(R024)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026