Logo Header Antaranews Sulteng

Pemprov - Forkopimda Sulsel siapkan antisipasi arus balik

Jumat, 6 Mei 2022 17:56 WIB
Image Print
Gubernur Sulawesi Selatan pada Rakor bersama Forkopimda menyambut arus balik Idul Fitri 1443 Hijriah.ANTARA/HO/Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bersama Forkopimda serta instansi vertikal telah mempersiapkan berbagai langkah demi terciptanya kenyamanan, keamanan dan ketertiban arus balik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan pemerintah pada tahun ini telah memberikan kemudahan bagi warga untuk mudik lebaran di masa pandemi COVID-19.

Untuk itu, usai arus mudik, kini yang menjadi fokus dilakukan setelah lebaran adalah penanganan arus balik yang puncaknya diprediksi pada 7 dan 8 Mei 2022.

“Ada momentum lagi kita harus hadapi setelah arus mudik, yaitu arus balik, waktunya tidak dapat kita prediksi. Kalau arus mudik kemarin ada yang balik detik-detik terakhir sebelum lebaran. Ada jauh hari sebelum lebaran dan setelah lebaran. Dan arus balik ini, yang bisa diprediksi ada puncak arus balik yang bisa terjadi pada tanggal 7 atau 8 Mei,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak serentak melakukan perjalanan mudik pada puncak mudik di hari Minggu, 8 Mei 2022.

Selain itu, berharap pemudik tetap menjaga kesehatan, tetap fit dan bugar, untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan persyaratan perjalanan orang sesuai ketentuan.

“Pertama aman dan sehat, menjaga kondisi imun dan ketiga bagaimana mereka menjaga kondisi fit kebugaran waktu mudik dan jangan berdesakan di puncak akhir-akhir tetapi bagaimana mengatur waktu balik,” sebutnya.

Sedangkan, Plh Kadis Perhubungan Sulsel, Aruddini menjelaskan, jumlah pemudik di Sulsel sebanyak 1,5 juta orang. Sedangkan pemantauan 5 Mei 2022 jumlah penumpang arus balik sebanyak 5, 6 dan 7 Mei masing-masing 250 jiwa pemudik. Sedangkan pada 8 Mei 500-600 ribu jiwa.

“Kemungkinan masih ada yang tinggal, kita memprediksi tanggal 8 Mei itu 500-600 ribu jiwa,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026