JK jelaskan peran DMI di hadapan Dubes negara anggota OKI

id DMI,Dewan masjid Indonesia,Jusuf Kalla,Oki

JK jelaskan peran DMI di hadapan Dubes negara anggota OKI

Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla saat menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan duta besar negara-negara OKI dan ASEAN di Jakarta, Rabu (22/6/2022). (ANTARA/HO-DMI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menjelaskan peran organisasi yang dipimpinnya menjadi payung bagi 800 ribu masjid di Indonesia di hadapan perwakilan duta besar (Dubes) negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan ASEAN dalam rangkaian Milad ke-50 DMI di Jakarta, Kamis.

"Acara silaturahim bertujuan lebih memperkenalkan DMI, juga untuk membuka jalan meningkatkan kerja sama bagi kemakmuran masjid di seluruh dunia," ujar JK dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Mantan Wapres RI ini menjelaskan sekitar 90 persen masjid di Indonesia milik masyarakat, sehingga independen. Hanya 10 persen yang jadi milik pemerintah. "Masjid-masjid itu menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pelatihan bagi juru dakwah (dai) bagi jamaahnya," ujarnya.

JK mengajak masjid-masjid untuk dijadikan pusat pendidikan selain pusat dakwah seperti yang dilalukan di Masjid Al Azhar di Kebayoran, Jakarta Selatan. "Kehadiran ribuan masjid dapat mendorong masyarakat agar menjadi lebih baik," kata dia.

DMI memiliki program unggulan, mulai dari penanganan program bersih masjid, kesehatan berbasis masjid, hingga program khusus untuk membuat arsitektur masjid.

Kalla juga mendorong pengurus masjid memainkan peran dengan menggalakkan wakaf dan zakat untuk memajukan ekonomi umat. Wakaf dan zakat penting bagi kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi dan madrasah atau sekolah untuk pencerahan sosiokultural.

"Kami akan membangun kolaborasi untuk melaksanakan tiga hal, yakni masjid, wakaf dan madrasah untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran umat. Mari kita makmurkan masjid dan dimakmurkan masjid," kata dia.

Pertemuan dengan perwakilan negara OKI dan ASEAN dilakukan untuk mempererat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Muslim.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022