Jabeur akan donasikan sebagian hadiah uang Final WTA ke Palestina

id ons jabeur,palestina,wta finals,wta,tenis,final wta

Jabeur akan donasikan sebagian hadiah uang Final WTA ke Palestina

Petenis Tunisia Ons Jabeur memegang trofi runner up setelah kalah dalam pertandingan final Wimbledon melawan petenis Ceko Marketa Vondrousova di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Sabtu (15/7/2023). (ANTARA/REUTERS/Dylan Martinez)

Jakarta (ANTARA) - Petenis Ons Jabeur mengatakan akan menyumbangkan sebagian dari hadiah uang (prize money) Final WTA kepada warga Palestina, menyusul kemenangannya atas Marketa Vondrousova di Cancun, Meksiko, Rabu (1/11) waktu setempat.

"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, namun akhir-akhir ini saya kurang bahagia," kata satu-satunya petenis putri Arab yang mencapai final Grand Slam tersebut, dikutip dari AFP, Kamis.

Jabeur yang menangis saat memberikan keterangan kepada awak media mengatakan situasi di dunia tidak membuatnya bahagia, mengacu pada konflik di Gaza yang merenggut ribuan nyawa warga sipil dan anak-anak Palestina.

"Situasi di dunia tidak membuat saya bahagia. Sangat sulit melihat anak-anak, bayi meninggal setiap hari. Ini menyedihkan, jadi saya memutuskan untuk menyumbangkan sebagian dari hadiah uang saya untuk membantu warga Palestina," kata Jabeur.

"Saya tidak bisa bahagia hanya dengan kemenangan ini dengan apa yang terjadi. Maaf teman-teman, ini seharusnya tentang tenis, tapi sangat membuat frustrasi melihat video setiap hari. Saya minta maaf -- ini bukan pesan politik, ini hanya pesan kemanusiaan. Saya ingin perdamaian di dunia ini, itu saja," ujarnya menambahkan.

Petenis berusia 29 tahun tersebut mengatakan fokus pada tenis di tengah konflik merupakan sesuatu yang sangat menantang.



"Saya mencoba menghindari media sosial sebisa mungkin, tapi itu sangat sulit. Anda melihat video, foto, itu foto-foto yang sangat mengerikan setiap hari. Itu tidak membantu saya tidur atau memulihkan diri dengan baik dan yang terburuk adalah saya merasa putus asa," jelas Jabeur.

"Mungkin mendonasikan sejumlah uang bisa membantu sedikit atas apa yang mereka alami. Tapi saya tahu uang tidak berarti apa-apa saat ini bagi mereka. Jadi saya mendoakan kebebasan bagi semua orang dan kedamaian bagi semua orang," imbuh petenis asal Tunisia tersebut.

Sementara itu, Jabeur harus mengalahkan peringkat dua dunia Iga Swiatek pada pertandingan terakhir babak round-robin pada Jumat (3/11) untuk membuka peluang lolos ke semifinal turnamen ini.